Penumpang KM Ngapulu Ditemukan Meninggal Setelah Insiden di Tengah Pelayaran

MALUKUEXPRESS.COM, Makassar,– Seorang penumpang KM Ngapulu berinisial BS (58), warga Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden saat kapal berlayar dari Bau-Bau menuju Makassar.31 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MX.Com, korban diketahui telah meninggalkan tempat tinggalnya sejak 26 Mei 2026 dan sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Korban terakhir kali diketahui berada di wilayah Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan dengan membeli tiket kelas ekonomi tujuan Surabaya.

Insiden terjadi pada siang hari sekitar pukul 12.00 WITA saat KM Ngapulu berada di tengah perjalanan menuju Makassar. Dua orang saksi yang berada di area dek kapal melaporkan melihat korban mengalami insiden hingga jatuh ke laut. Informasi tersebut kemudian segera diteruskan kepada awak kapal.

Menanggapi laporan tersebut, nakhoda dan kru KM Ngapulu langsung melakukan prosedur tanggap darurat dengan memutar haluan kapal dan melakukan upaya pencarian serta penyelamatan. Korban kemudian berhasil ditemukan dan dievakuasi. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Keterangan sejumlah penumpang menyebutkan bahwa korban terlihat sedang menghadapi persoalan pribadi dan tampak murung selama perjalanan. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Pihak kapal juga mengamankan rekaman CCTV sebagai bagian dari proses penyelidikan. Rekaman tersebut, bersama keterangan para saksi, menjadi bahan pendukung untuk mengungkap kronologi kejadian secara lengkap.

Setelah tiba di Makassar, jenazah korban dibawa ke rumah sakit Terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya, jenazah akan dipulangkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Proses penanganan kejadian melibatkan berbagai pihak, termasuk manajemen KM Ngapulu, KP3 Pelabuhan, KPLP, aparat kepolisian, tenaga medis, serta instansi terkait lainnya. Seluruh pihak disebut telah bekerja sama dalam penanganan korban hingga proses pemulangan kepada keluarga.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi terkait hasil penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Jika seseorang tampak mengalami tekanan berat atau krisis emosional, dukungan keluarga, teman, tenaga kesehatan, atau layanan bantuan setempat dapat menjadi langkah penting untuk membantu mereka mendapatkan pertolongan. (CM)

Pos terkait