Malukuexpress.com. Ambon 5/2/2026
Tidak semua orang lahir dengan perjalanan hidup yang mudah. Seorang pemuda berusia 36 tahun asal Slovakia Namanya Michal Miho
membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari mimpi, melainkan awal dari kekuatan sejati.
17 tahun Ia mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda motor di hutan yang menyebabkan patah tulang belakang. Sejak itu, ia tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda. Banyak orang di negaranya berkata, “Kamu tidak bisa ke Indonesia sendiri,apalagi ke Maluku Kamu tidak bisa memancing. Kamu tidak bisa hidup mandiri.”
Namun satu hal yang tidak pernah hilang darinya adalah kepercayaan pada diri sendiri.
Dengan keberanian dan senyum, ia datang sendirian ke Indonesia — bukan sekali, tapi tiga kali. Ia menginjakkan kaki di tanah Maluku: Banda, SD 35 Tual, dan Pulau Hatta. Ia tidak datang untuk liburan biasa, tetapi untuk hidup, belajar, berbagi, dan memancing.
Dari kursi roda, ia memegang joran. Ia memancing ikan besar seperti bubara, ikan yang kuat dan penuh perlawanan. Ia juga mengajarkan nilai kehidupan kepada anak-anak: ikan betina muda dilepas agar bisa bertelur dan menjaga masa depan laut. Dari memancing, ia mengajarkan tanggung jawab dan cinta alam.
Ia sering duduk bersama anak-anak, ngobrol sederhana, tertawa, bertanya mimpi mereka. Tidak ada ceramah, tidak ada rasa kasihan — hanya semangat.
Pesannya untuk anak-anak Maluku, khususnya yang berada di kursi roda, sangat sederhana namun kuat:
“Kalau orang bilang Ale seng bisa, jangan langsung percaya.
Kalau Ale mau, Ale bisa.Miho menirukan Dialek Ambon, Kursi roda bukan penjara. Senyum, semangat, dan mimpi itu sayap.”
Ia percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia sempurna, meskipun fisik tidak selalu lengkap. Kesempurnaan sejati ada pada semangat, keberanian, dan motivasi.
Untuk anak-anak Maluku yang mungkin merasa minder karena keadaan fisik:
Jangan malu. Jangan takut bermimpi. Kalian bisa membanggakan diri sendiri, keluarga, Maluku, bahkan bangsa Indonesia.
Karena keterbatasan fisik tidak pernah membatasi jiwa yang berani.(CM)






