MALUKUEXPRESS.COM, AMBON — Semangat perjuangan para veteran kembali menjadi energi bagi generasi penerus. Dalam sebuah kegiatan silaturahmi dan bakti sosial bersama para veteran, purnawirawan, serta komunitas masyarakat di Ambon, Panglima Kodam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa perjalanan pengabdian TNI tidak pernah terlepas dari sejarah, keteladanan, dan perjuangan para senior.
Bagi Pangdam XV/Pattimura, para veteran bukan sekadar bagian dari sejarah. Mereka adalah mata rantai pengabdian yang melahirkan generasi prajurit tangguh, sekaligus menjadi teladan bagi prajurit yang masih aktif mengemban tugas negara.12 Agustus 2026
Salah satu sosok yang mendapat penghormatan khusus dalam kegiatan tersebut adalah Brigadir Jenderal TNI Purnawirawan Karel, yang dikenang sebagai guru, komandan, sekaligus orang tua bagi banyak prajurit.
“Dari veteran lahir prajurit yang tangguh. Dari perjuangan para senior, kami belajar tentang keberanian, integritas, pengorbanan, dan pengabdian kepada rakyat,” tegas Pangdam.
Penghormatan tersebut juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang pengabdian para senior TNI yang telah melewati berbagai dinamika, tantangan, hingga medan perjuangan dalam mempertahankan bangsa dan negara.
JEMBATAN MERAH PUTIH, JEJAK GAGASAN DAN PERJUANGAN
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menyinggung perjuangan Brigjen TNI Purnawirawan Karel dalam mendorong gagasan pembangunan Jembatan Merah Putih di Ambon.
Bagi masyarakat Maluku, Jembatan Merah Putih bukan sekadar infrastruktur yang menghubungkan dua wilayah. Di baliknya terdapat sejarah gagasan, perjuangan, dan keberanian untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.
Karena itu, penghormatan kepada para senior bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan terhadap jejak perjuangan yang telah memberikan manfaat bagi generasi hari ini.
TNI DAN RAKYAT: IKAN DAN AIR
Kegiatan tersebut juga mempertemukan keluarga besar TNI dengan masyarakat dari berbagai komunitas, termasuk pengemudi ojek online, tukang becak, serta masyarakat sekitar.
Pangdam menegaskan bahwa kedekatan TNI dengan masyarakat merupakan bagian fundamental dari kekuatan pertahanan negara.
“TNI dengan rakyat ibarat ikan dengan air. Kami membutuhkan rakyat dan rakyat juga membutuhkan TNI. Tidak bisa dipisahkan.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa seragam dan pangkat bukanlah sekat antara prajurit dan masyarakat. Ketika seorang prajurit kembali ke tengah masyarakat, ia tetap merupakan bagian dari rakyat yang harus hadir, peduli, dan memberikan manfaat.
PRAJURIT BUKAN DIUKUR DARI PANGKAT, TETAPI DARI MANFAAT
Di hadapan para veteran dan masyarakat, Pangdam juga menyampaikan pesan moral yang kuat kepada seluruh prajurit.
Menurutnya, kemuliaan seorang prajurit tidak hanya ditentukan oleh pangkat, jabatan, maupun prestasi yang melekat di pundaknya.
“Mulia seorang prajurit itu hanya satu: ketika dia bisa banyak bermanfaat bagi orang lain.”
Prinsip tersebut menjadi fondasi pengabdian yang harus terus dijaga. Sebab, pada akhirnya setiap prajurit akan melewati masa pengabdian aktif dan kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Hari ini mengenakan seragam. Esok kembali menjadi masyarakat.
Karena itu, selama masih diberikan kesempatan mengabdi, seorang prajurit harus meninggalkan jejak kebaikan yang dapat dirasakan masyarakat.
DARI VETERAN, UNTUK GENERASI MUDA
Kepedulian terhadap generasi muda juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Pangdam membuka ruang pembinaan bagi anak-anak masyarakat Maluku yang memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI. Generasi muda didorong untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik, mental maupun akademik.
Pesannya jelas: jangan hanya mewarisi seragam, tetapi warisi juga nilai perjuangan.
Veteran telah memberikan pengorbanan. Purnawirawan menjaga keteladanan. Prajurit aktif melanjutkan pengabdian. Dan generasi muda dipersiapkan untuk meneruskan perjuangan tersebut.
Inilah kesinambungan pengabdian yang tidak boleh terputus.
BERBAGI, BUKAN SEKADAR MEMBERI
Silaturahmi tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat.
Bantuan itu bukan semata-mata tentang nilai materi, tetapi tentang perhatian, kepedulian, dan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Pangdam menekankan bahwa yang terpenting bukan seberapa besar sesuatu yang diberikan, melainkan ketulusan untuk berbagi dan membangun kebersamaan.
Kegiatan sosial bersama masyarakat tersebut juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antara TNI dan masyarakat di Maluku.
SEJARAH BOLEH BERLALU, JIWA PENGABDIAN TAK BOLEH PADAM
Pertemuan para veteran, purnawirawan, prajurit aktif, dan masyarakat Ambon menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal batas usia.
Veteran telah berjuang di masa lalu.
Prajurit aktif berjuang di masa kini.
Dan generasi muda akan melanjutkan perjuangan di masa depan.
Dari veteran lahir ketangguhan.
Dari ketangguhan lahir pengabdian.
Dari pengabdian lahir keteladanan.
Dan dari keteladanan lahir generasi penerus bangsa.
Di tanah Maluku, pesan itu kembali ditegaskan:
TNI dan rakyat adalah satu kesatuan.
Bukan sekadar slogan, tetapi hubungan yang dibangun melalui sejarah, pengorbanan, kebersamaan, dan kepedulian.
Dari veteran lahir prajurit yang tangguh.
Dari rakyat lahir kekuatan TNI.
Dan bersama rakyat, TNI terus mengabdi untuk Indonesia dan Maluku.
Inilah Isi hati dari Jenderal Petarung Mayjen TNI Dody Triwinarto
Panglima Kodam XV/Pattimura.(CM)






