Malukuexpress.com, Kurikulum merdeka belajar ialah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dengan kurikulum ini maka pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ambon Gani Suat, S.Sp, M.pd yang ditemui diruang kerjanya. Rabu (5/10) mengatakan bahwa, Kurikulum Merdeka Belajar ini sebagai respon kebutuhan sistem pendidikan pada era revolusi industri 4.0, maka Kemendikbud meresmikan kurikulum Merdeka Belajar. Pada prinsipnya tujuan merdeka belajar diterapkan yaitu untuk menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0.
Sebelum penerapan kurikulum ini, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan berbagai sarana penunjang khusus infrastruktur pendidikan. Khususnya di bidang informasi dan teknologi terbarukan. Tidak hanya itu, namun juga melakukan revolusi pendidikan di seluruh jenjang pendidikan melalui konsep merdeka belajar secara menyeluruh.
“Kita melihat program dari pemerintah pusat sangatlah berguna dan untuk kurikulum Merdeka Belajar inj, ada beberapa sekolah yang ditunjuk baik di tiap rovinsi ataupun pada tingkat kabupaten dan kota,”jelasnya.
Lanjutnya, SMP Negeri 2 Ambon merupakan salah satu sekolah juga dalam progam Kurikulum 13, namun dengan adanya perubahan program Kurikulum merdeka belajar, dan ditunjuk kembali, secara otomatis kita harus menjalankan program ini.
Kedepannya, tentunya dalam proses belajar tentunya kita akan mengkombinasikan, pada siswa pada kelas VII, kelas VIII dan Kelas IX, namun sementara ini kita masih fokus pada Kelas VII.
Tambahnya, SMP Negeri 2 Ambon juga termasuk dalam Sekolah Musik, sehingga kita siap mendukung Program (AMO) Ambon Sebagai Kota Musik Dunia.
Sebagai upayanya, SMP Negeri 2 Ambon menerima agenda di tanggal 31 Oktober mendatang dengan mengelar pegelaran Seni Musik yang di fokuskan pada SMP Negeri 2 Ambon sendiri, “tutupnya. (*






