MALUKUEXPRESS.COM, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., bersama Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., melakukan kunjungan langsung ke Desa Hunuth/Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (15/01/2026) sekitar pukul 16.00 WIT. Kunjungan ini dilakukan untuk menginspeksi hasil renovasi rumah-rumah warga yang terdampak konflik sosial dan kebakaran beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat dari unsur Brimob dan Kepolisian, serta didukung dengan penyediaan pos pengamanan di lokasi. Turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta perangkat desa setempat.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon juga menyerahkan bantuan masing-masing sebesar Rp1 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan untuk korban kebakaran di Desa Hunuth, Kota Ambon, serta Rp1 miliar lainnya bagi korban konflik sosial, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pemulihan pascakonflik.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan rumah-rumah warga yang rusak dan terbakar akibat konflik telah dibangun kembali melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon. Ia menyampaikan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan pembangunan telah selesai dan mendapat apresiasi dari masyarakat.
“Rumah-rumah yang rusak sudah diperbaiki, dan warga menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah. Namun, yang jauh lebih penting dari sekadar rumah adalah rasa aman yang permanen. Kalau rumah sudah ada tapi masyarakat tidak merasa aman, itu juga tidak ada artinya,” tegas Gubernur.
Gubernur juga mengajak seluruh pihak, mulai dari tokoh masyarakat, kepala desa, perangkat desa, hingga warga dan seluruh pemangku kepentingan, untuk bersama-sama merawat perdamaian. Ia menekankan pentingnya mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan agar rasa aman dan tenteram benar-benar dirasakan masyarakat Hunuth.
“Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota akan terus bekerja secara kolaboratif dan bersinergi, bahu-membahu menangani setiap persoalan yang bisa kita selesaikan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, Ivony Latuputty, menjelaskan bahwa total rumah yang diperbaiki akibat konflik dan kebakaran berjumlah 42 unit. Dari jumlah tersebut, 15 rumah mengalami kerusakan berat dan telah selesai seluruhnya, sementara 27 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
“Dari bantuan Rp1 miliar Pemerintah Provinsi Maluku, ada 6 rumah yang ditangani, terdiri dari 3 bangunan baru dan 3 rehab berat. Total rumah rusak berat dan bangun baru ada 15 unit, semuanya sudah rampung. Untuk rehab ringan, masih tersisa sekitar 6 rumah dan ditargetkan selesai paling lambat akhir Januari,” jelas Ivony.
Ia menambahkan bahwa rumah-rumah tersebut dibangun kembali dengan ukuran sesuai kondisi awal, tersebar di beberapa RT di Desa Hunuth. Pemerintah berharap penyelesaian seluruh proses rehabilitasi ini dapat membantu warga kembali beraktivitas secara normal. (*






