HARHUBNAS KE-55: GUBERNUR MALUKU SOROT KEMACETAN AMBON DAN DESAK SOLUSI NYATA

MX.COM, Sektor perhubungan bukan sekadar urusan transportasi. Di Maluku, sektor ini menjadi urat nadi yang menentukan bergeraknya berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, pasokan energi, akses pendidikan hingga terbukanya lapangan kerja.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH, LLM saat menerima Panitia Penyelenggara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tingkat Provinsi Maluku di ruang kerja Gubernur, Selasa (1/9).

Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Semmy Huwae, Gubernur menegaskan bahwa peringatan Harhubnas tahun ini tidak boleh berhenti pada seremoni dan kemeriahan semata.

Menurutnya, di tengah kondisi keuangan negara yang menuntut efisiensi, justru momentum Harhubnas harus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan, persaudaraan dan komitmen insan perhubungan dalam menghadirkan pelayanan transportasi yang semakin berkualitas bagi masyarakat Maluku.

“Harhubnas kali ini harus menyentuh substansinya. Efisiensi memang harus dilakukan, tetapi jangan sampai menghilangkan semangat kebersamaan dan persaudaraan insan perhubungan Maluku,” tegas Gubernur.

GUBERNUR MINTA KEMACETAN AMBON JANGAN HANYA JADI WACANA

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius Gubernur adalah kemacetan di Kota Ambon.

Ia berharap rangkaian Harhubnas tidak hanya menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan gagasan konkret untuk menjawab persoalan transportasi yang dirasakan masyarakat setiap hari.

“Saya berharap adanya solusi dan gagasan yang ditawarkan lewat diskusi publik untuk mengatasi kemacetan di beberapa ruas jalan di Kota Ambon,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi tantangan bagi insan perhubungan di Maluku untuk tidak sekadar berbicara tentang konektivitas antarpulau, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan transportasi perkotaan.

Bagi Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan, konektivitas transportasi merupakan persoalan yang sangat strategis. Kelancaran arus manusia dan barang akan berdampak langsung terhadap distribusi pangan, energi, pendidikan, ekonomi hingga pelayanan publik.

OPERATOR TRANSPORTASI JUGA HARUS DIBERI PENGHARGAAN

Selain mendorong peningkatan kualitas sektor perhubungan, Gubernur juga menilai Harhubnas ke-55 harus menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada insan perhubungan yang berprestasi, termasuk para operator yang selama ini berkontribusi dalam membangun konektivitas antarpulau di Maluku.

“Saya berharap penghargaan yang diberikan akan lebih memotivasi mereka untuk melayani masyarakat,” katanya.

Ia berharap penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi simbol, melainkan menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap mereka yang bekerja menjaga konektivitas Maluku sebagai provinsi kepulauan.

Gubernur juga meminta seluruh panitia tetap solid, kompak dan membangun sinergi yang semakin kuat dalam pelaksanaan Harhubnas tahun ini.

SEJUMLAH AGENDA TELAH DISIAPKAN

Sementara itu, Ketua Panitia Harhubnas ke-55 Provinsi Maluku, Jece Pieris, dalam laporannya menyampaikan sejumlah agenda yang telah dipersiapkan untuk memeriahkan peringatan Hari Perhubungan Nasional.

Agenda tersebut meliputi olahraga bersama, aksi sosial, ziarah rombongan, kegiatan bersih pantai serta ramah tamah.
Jece yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Navigasi Ambon menjelaskan bahwa pada puncak peringatan Harhubnas nanti, Gubernur Maluku akan bertindak sebagai inspektur upacara.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah di atas KMP Bahtera Nusantara yang akan melayari Teluk Ambon.

Pertemuan tersebut turut dihadiri panitia penyelenggara, instansi vertikal sektor perhubungan serta sejumlah mitra terkait.

Harhubnas ke-55 di Maluku kini bukan sekadar momentum perayaan. Publik menanti satu hal: apakah momentum ini mampu melahirkan terobosan nyata untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus menjawab persoalan kemacetan dan pelayanan transportasi di Maluku?
(CM)

Pos terkait