Malukuexpress.com, Persoalan Kenaikan Bahan Bakar Minyak sangatlah berdampak bagi segala aspek, tentunya kepada pembangunan infrastruktur jalan. Atas masalah inilah, DPRD Maluki melakukan Jaringan Asmara atau Reses ke daerah dapil masing-masing untuk mendengar segala keluhan masyarakat. Dimasa Sidang III ini untuk dapil Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Anggota DPRD Maluku Partai Golkar Michiel Tasane turun langsung melihat segala persoalan disana.
Hal yang sangat disesalkannya dilapangan terhadap dampak kenaikan BBM adalah BBM Naik dan seenaknya dipasangkan harga yang tidak sesuai secara nasional sejak dknaikan oleh pemerintah beberapa waktu lalu
“Nah ada beberapa desa yang saya turun yakni ada tiga desa Waegrahi, desa Wamanboli, desa Waeimte, Kecamatan Fena Leisela Kabupaten Buru, temuannya BBM naik dengan tidak sesuai harga yang wajar, yakni 35 ribu/ liter.
Kenapa demikian, naiknya tidak wajar, yah karena keterisolasian, terutama jalan yang tidak terus menerus di perbaiki artinya keterpurukan jalan di sana.
Ini kenyataan yang terjadi di kabupaten Buru, dan itu fakta, semua ingin terus bertahan dan pelbagai masalah ekonomi cukup memprihatinkan, di kabupaten Buru terkhususnya di desa-desa yang terisolir,”kata Wakil Ketua AMPG Provinsi Maluku Ini. Rabu 22/9/2022 Di ruang Kerja Kantor DPRD Maluku.
Lanjutnya, masalah akses jalan di Kabupaten Buru harus terus digalakan sehingga bisa menebas keterisolasian disana, apalagi ada perusahaan yang dalam skala besar dengan segala mobilisasinya bisa merusak jalan.
Kedepan ini menjadi catatan penting untuk pemerintah, untuk terus menerus memberikan atensi dan eksen edukasi kepada semua pemangku kepentingan di kabupaten buru, untuk bersama-sama melihat segala pembangunan di Buru secara berkelanjutan. (*






