Malukuexpress.com, Masohi – Demi mewujudkan kualitas lingkungan, terutama menjaga kualitas air untuk kebutuhan masyarakat di Malteng khususnya di Kota Masohi. Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi Nasdem Abdullah Tuasikal, melaksanakan sosialisasi program infrastruktur hijau pengendalian pencemaran air Tahun 2023, di Hotel Lelemuku Masohi, kamis (12/10/2023).
Program ini kata Tuasikal, sangat bermanfaat serta dapat membantu Pemda Malteng untuk menjaga kualitas lingkungan dengan pengendalian pencemaran dan kerusakan di Kota Masohi.
“Inti dari kegiatan ini adalah perlakuan masyarakat terhadap sampah. Kita lihat bahwa Malteng khususnya di Kota Masohi jika dalam beberapa jam sampah tidak diangkut, maka sangat berdampak pada masyarakat,” ucapya.
“Sebenarnya sampah ini jika dilihat sangat kotor dan jorok, namun jika dikelola dengan baik, bisa menjadi berkat untuk kita, yaitu tentang bagaimana kita mengelolahnya,” kata Tuasikal dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Politisi Nasdem ini menjelaskan, ada banyak kegiatan masyarakat, baik sengaja maupun tidak sengaja, menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Ia mencontohkan, adanya pembuangan sampah sembarangan bahkan ke daerah aliran sungai.
“kegiatan ini kedepan akan melibatkan warga yang berada dipesisir kali. Agar warga bisa tahu tentang pencemaran air yang dapat merugikan masyarakat, mulai dari bau yang tidak sedap, serta dapat menimbulkan bakteri,” katanya.
Selain itu, beliau menginginkan sampah di Kota Masohi dapat di olah menjadi barang jadi yang bisa dipasarkan, namun harus melibatkan orang banyak.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Malteng Corneles Soparue mengatakan, infrastruktur hijau adalah sebuah konsep upaya atau pendekatan untuk menjaga lingkungan yang berkelanjutan. melalui penataan ruang terbuka hijau dan menjaga proses-proses alami yang terjadi di alam seperti siklus air hujan dan kondisi tanah.
“Konsep penerapan infrastruktur hijau adalah untuk mendukung kompetisi deposit atau pengembangan komunitas, dengan meningkatkan kondisi lingkungan dan memelihara lingkungan terbuka hijau,” jelas Soparue.
Menurutnya, infrastruktur hijau merupakan sistem kawasan alami dan ruang terbuka yang paling terkait dan menjaga nilai positif, menjaga kondisi udara dan air serta Memberikan manfaat bagi penduduk dan makhluk hidup lainnya.
“Hal penting untuk menjaga lingkungan adalah membuang sampah pada tempatnya. Namun, warga yang berada di pesisir kali, masih saja membuang sampah rumahan di kali, hal seperti ini perlu perhatian semua pihak,” kata Soparue. (ME-08)






