Komisi III DPRD Maluku On The Spot Ke Lokasi Yang Terkena Dampak Bencana Di Kota Ambon

Malukuexpress.com, On the Spot Komisi III DPRD Maluku bersama Mitra yang kemarin dilakukan berdasarkan dengan kesepakatan rapat pada tanggal 25 Mei kemarin, kita lakukan rapat bersama antara Badan Bencana Daerah Provinsi, Balai Jalan, Balai Sungai dan PUPR Maluku membahas terhadap kondisi cuaca yang terjadi akhir-akhir ini di Provinsi Maluku dan kita tahu bahwa banyak kejadian – kejadian akibat bencana yang terjadi di beberapa Kabupaten/Kota di antaranya Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Buru Selatan itu dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi yang mengakibatkan terjadinya longsor, banjir dan juga adanya ombak yang tinggi akibat cuaca.

Akibat curah hujan yang tinggi maka ada beberapa patahan-patahan terjadi pada talud yang ada di Provinsi Maluku.

Bacaan Lainnya

Utuk itu, Komisi III bersama dengan mitra telah melakukan on the spot yang dilakukan kemarin itu, kunjungan pertama sekali, di Hutumuri dan Hutumuri menyangkut talud pantai yang memang kondisinya juga perlu dibantu, tapi karena itu butuh anggaran yang cukup besar maka Komisi III melakukan koordinasi dengan pihak Balai sungai dengan PUPR Maluku, lalu coba melakukan pengajuan lewat usulan ke kementerian.

Kemudian kita juga melakukan peninjauan ke kali Kagori didaerah Batu Gong, kali Batu Gong ini memang perlu normalisasi, karena kalau tidak melakukan normalisasi talud yang akan dibangun pun juga akan percuma.

Maka itu perlu fokusnya. kita sudah koordinasi dengan Balai Sungai dan sudah disepakati oleh pihak Balai Sungai akan melakukan tanggap darurat secepatnya melalui koordinasi dengan Badan Bencana Daerah Maluku dan itu harus dilakukan dalam sehari-hari dua hari, tetapi pun tanggap darurat itu sudah dilakukan dengan adanya bantuan karung-karung, bantuan bronjong dan kita harapkan bahwa dalam sehari dua kalau memang kondisi cuaca ini maka akan segera dilakukan tanggap darurat tahap kedua, sampai dengan rencana normalisasi pengalihan air sungai ke jalur sebenarnya agar semua ini bisa aman kembali.

Selanjutnya, Kalau untuk di Cokro daerah Waiheru itu, selokannya kecil tetapi volume air tinggi maka itu mengakibatkan banjir, tapi itu jalan masuk kewenangan Balai Jalan Nasional karena itu kita sudah koordinasi dengan pihak Balai Jalan dan direncanakan dalam tahun 2022 itu anggarannya sudah diusulkan, sekarang ini harus dilakukan penanganan secara khusus,” Tandas Hatta Hehanussa Wakil Ketua Komisi III di ruang Komisi III kepada Media. Rabu 27/5/2021.

Sedangkan di Gadihu ini longsor terjadi di rumah – rumah penduduk dan memang Dinas PUPR Provinsi bersama Badan Bencana Daerah sudah langsung mengambil insaitif penanganan dengan secepatnya, kalau soal jalan Hukurila itu sudah di tangani,”tutupnya. (JL)

Pos terkait