Maluku Bicara Keras, “Kalau Negara Tak Mampu Urus, Lepaskan Maluku Atur Diri Sendiri” Aksi “Kembalikan Merah Putih” Jadi Koreksi Tegas untuk Negara

MALUKUEXPRESS.COM, Jakarta — Tokoh masyarakat sekaligus praktisi hukum asal Kabupaten Seram Bagian Timur, Munir Kairoti SH.MH, angkat bicara dan menyatakan dukungan terhadap aksi pemuda dan mahasiswa yang menyuarakan keresahan masyarakat Maluku.13 Agustus 2026

Menurut Munir, aksi tersebut merupakan koreksi tegas terhadap pemerintah Republik Indonesia atas berbagai persoalan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat Maluku selama puluhan tahun.
“Maluku memiliki kekayaan alam yang besar, tetapi masyarakatnya masih merasakan kemiskinan dan ketertinggalan. Ke mana hasil kekayaan Maluku selama ini?”

Munir menyoroti kekayaan laut, hutan, minyak, tambang, dan sumber daya alam lainnya yang menurutnya belum memberikan kesejahteraan yang sebanding bagi masyarakat Maluku.

Ia mencontohkan minyak bumi di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang telah dieksploitasi sejak masa lalu.
“Sejak zaman Orde Lama hingga sekarang, apa yang benar-benar diperoleh Maluku dan Seram Bagian Timur dari kekayaan tersebut?” tegasnya.

Munir juga mempertanyakan implementasi Pasal 33 UUD 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurutnya, jika prinsip tersebut benar-benar dijalankan, maka kekayaan Maluku semestinya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Maluku.
Ia menilai keresahan pemuda dan mahasiswa merupakan hal yang wajar ketika masyarakat merasa kebijakan negara belum mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan secara merata.

Lebih jauh, Munir menyampaikan pernyataan keras:
“Kalau negara sudah tidak mampu mengelola negara ini dengan adil, biarkan masing-masing daerah mengatur daerahnya sendiri. Kalau memang tidak mampu lagi, kita kembali ke sistem RIS agar setiap negara bagian dapat mengelola wilayahnya dan kesejahteraannya sendiri.”

Ia juga menyatakan dukungan terhadap gerakan “Kembalikan Merah Putih”, yang menurutnya harus dibaca sebagai bentuk kritik keras terhadap kondisi bangsa dan tuntutan agar negara kembali menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat.

“Jangankan rakyat di Maluku, rakyat di Jakarta pun banyak yang merasakan kesulitan. Kalau negara sudah tidak mampu lagi, mari atur kembali sistemnya dengan baik agar rakyat bisa sejahtera,” ujarnya.(CM)

SUARA MALUKU BUKAN UNTUK DIAM!
KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN ADALAH HAK SELURUH RAKYAT!. [*

Pos terkait