MALUKUEXPRESS.COM, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., melakukan kunjungan kerja ke Ambon pada Jumat (16/01/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan keagamaan di Maluku, khususnya dengan diresmikannya alih bentuk IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon.
Rangkaian kegiatan Menag diawali dengan peresmian kampus UIN A.M. Sangadji Ambon, yang menandai babak baru pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri di Maluku. Peresmian berlangsung di lingkungan kampus UIN A.M. Sangadji Ambon sekitar pukul 14.30–17.00 WIT, disaksikan oleh Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, Kapolda Maluku, Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, serta undangan lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama juga memberikan kuliah umum kepada sivitas akademika UIN A.M. Sangadji Ambon. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada implementasi Kurikulum Cinta dan ekoteologi dalam membangun masa depan Maluku yang damai, adil, dan berkeadaban, sebagai refleksi atas 26 tahun proses bina damai di Maluku.
Menag menekankan bahwa ekoteologi merupakan konsep penting dalam kehidupan beragama dan kemanusiaan. Menurutnya, manusia tidak mungkin menjadi pribadi yang sukses dan hamba yang taat tanpa dukungan alam yang sehat. Ia menegaskan bahwa alam semesta juga memiliki hak yang harus dijaga bersama agar keseimbangan hidup tetap terpelihara.
Sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama terhadap isu lingkungan, Menag RI turut melakukan penanaman pohon di area kampus UIN A.M. Sangadji Ambon. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan program ekoteologi Kemenag yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Dalam sesi wawancara, Menteri Agama mengungkapkan kekagumannya terhadap Maluku, khususnya Banda Neira yang dinilainya sebagai gudang sejarah nasional. Ia menyebut hampir seluruh kawasan Banda memiliki nilai historis penting dengan jejak para tokoh bangsa seperti Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan Bung Cipto, sehingga layak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Menag juga memuji Ambon dan Maluku sebagai contoh nyata toleransi antarumat beragama. Ia menilai kehidupan sosial keagamaan di Maluku sangat harmonis, ditandai dengan budaya saling mengundang, saling mendoakan, dan kerja sama lintas iman yang kuat. Menurutnya, Ambon pantas menjadi laboratorium kerukunan paling indah di Indonesia.
Menanggapi pertanyaan terkait proses alih bentuk IAKN menuju Universitas Kristen Negeri (UKN) pertama di Maluku, Menag menyampaikan bahwa pemerintah memperhatikan kriteria yang proporsional dan berbasis kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa jika seluruh persyaratan formal telah terpenuhi, dirinya siap mengawal langsung proses tersebut hingga tuntas.
Kunjungan Menteri Agama RI ini tidak hanya memperkuat posisi UIN A.M. Sangadji Ambon sebagai pusat pendidikan Islam negeri di kawasan timur Indonesia, tetapi juga menegaskan peran strategis Maluku sebagai simbol toleransi, perdamaian, dan pengembangan ekoteologi bagi masa depan bangsa. (*






