Malukuexpress.com, Masohi – 30 Oktober kemarin, menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan bagi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) nomor urut 3.
Pasalnya, pada saat itu calon Bupati Malteng nomor urut 3 Andi Munaswir dan rombongannya, yang melintasi jembatan di Negeri Pulau Hatta, ambruk saat penjemputan oleh simpatisan Paslon dengan akronim AMANAT yang hendak berkampanye di Negeri Adm. Pulau Hatta pada rabu sore.
Dari kejadian itu delapan orang dinyatakan meninggal dunia, tujuh orang meninggal pada saat kejadian dan satu menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Banda Neira.
Untuk mengenang sembilan hari para Syuhada, korban kecelakaan jembatan ambruk di Pulau Hatta, Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malteng AMANAT gelar tahlilan, jumat (8/11/2024).
Tahlilan yang berlangsung di Posko Pemenangan AMANAT Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi itu, diikuti oleh warga dan ratusan simpatisan Paslon AMANAT serta Keluarga korban yang berada di Kota Masohi.
“Alhamdulillah hari ini kita baru saja selesai tahlilan hari ke 9, untuk almarhum dan almarhumah yang merupakan teman juang politik, yakni ketua tim pemenangan Ruslan Hurasan dan Andan Teja Nurbati serta 8 simpatisan lainnya dari Pulau Hatta,” kata calon Bupati Malteng Andi Munaswir usai tahlilan.
Sebelumnya kata Andi, keluarga almarhumah Andan Teja Nurbati juga melakukan tahlilan untuk mengenang tujuh hari berpulangnya almarhumah. Namun di hari ke sembilan ini, Paslon AMANAT berinisiatif untuk melakukan hal yang sama.
“Disini kita mendoakan para almarhum dan almarhumah yang gugur, syahid dalam kita punya perjuangan politik, semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah. Kita juga berharap, keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kesabaran dan keiklasan,” harapnya.
Sementara untuk para korban yang masih dalam masa pemulihan, dirinya berharap dan berdoa, agar dapat sembuh dan bisa berkumpul dengan keluarga seperti para korban lain yang sudah sembuh dan kembali ke rumah.
“Meski kita tim AMANAT dalam kondisi berdukacita, tapi kita memperhatikan para korban luka, itu semua kita tanggulangi, baik dirumah sakit Banda, RSUD Masohi maupun di RS Leimena Ambon. Selain itu korban meninggal dunia juga sudah kita santuni,” kata calon Bupati Malteng saat ditanya mengenai kepeduliannya.
Dikatakannya, saat berjiarah ke makam almarhum Ruslan Hurasan, dari pihak keluarga meminta kepada Paslon AMANAT, untuk tidak patah semangat dalam peristiwa itu, keluarga korban meminta untuk perjuangan ini tidak sia-sia dan harus di lanjutkan.
“Mereka meminta, perjuangan ini harus diteruskan dan harus sampai menang. Begitu juga pendapat dan pesan dari keluarga korban lainnya. Mereka katakan kejadian ini adalah musibah, takdir yang tidak bisa di hindari. Kita harus melanjutkan perjuangan dari para almarhum dan almarhumah, yang menginginkan Malteng yang lebih baik,” pungkasnya.
Diketahui, ada delapan korban yang gugur pada peristiwa 30 Oktober itu. Mereka diantaranya, ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Malteng yang juga anggota DPRD Malteng Andan Teja Nurbati, Ketua tim pemenangan Paslon AMANAT Ruslan Hurasan. Amrin Wala, Wasalina Ladjama, Husin Lapongo, Hamim Lapongo, Ibrahim La Uju dan Musbai Raharusun, yang merupakan warga Negeri Pulau Hatta. (ME-08)







