Mengungkap Aktor Kematian Mede Nurlatu

Malukuexpress.com, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Parlemen Jalanan dan Aliansi Peduli Lingkungan menggelar aksi menuntut Toni Batuwael segera ditangkap, dugaan sebagai aktor Penembakan almarhum Mede Nurlatu, juga menolak pencopotan Kapolda Maluku dan Kapolres Buru yang dinilai baik dalam penanganan masalah kemanusiaan di Gunung Botak.
Aksi dilakukan di jalan simpang Namlea dengan pengawalan aparat Buru, rabu, 3/2/2022.

Ketua LSM Parlemen Jalanan, Ruslan Arif Soamole usai berorasi dengan tegas menyampaikan, memberikan sangsi yang berat, bukan saja kode etik tetapi pidana umum yaitu pemecatan atau hukuman mati terhadap oknum anggota Brimob atas nama Andreas Batuwael

” perlu saya sampaikan, orasi lanjutan kami pada hari ini, merupakan kelanjutan kemarin terkait insiden penembakan tanggal 29 oleh oknum Brigade Mobil atas nama Andreas Batuwael dan kami lanjutkan hari ini.” Kata Soamole dengan suara lantang

Harapan pertama dari tuntutan, kata Soamole adalah memberikan sangsi yang berat terhadap pelaku penembakan,
Tuntutan yang kedua agar segera menangkap saudara Toni Batuwael, tapi sampai saat ini dia belum dipanggil

Soamole pertanyakan keberadaan Toni Batuwael yang belum dipanggil Polisi,

” kenapa Andi Latbual saja yang dipanggil, padahal pemicu semua ini adalah Toni Batuwael, semestinya dia harus dipanggil dan diperiksa, itu harapan kami, maka itu kami minta kepada Polres Buru agar segera memanggil saudara Toni Batuwael” pinta Soamole dengan nada tegas

Pada kesempatan itu, Ketua LSM yang senantiasa menyampaikan kebenaran ini, dengan keras menolak, serta menyatakan dengan jujur bahwa tidak punya tendensi apa apa berupa kepentingan atau pencitraan kepada kepolisian

” Pencopotan Kapolda Maluku dan Kapolres Pulau Buru, salam dari matatemon dengan kami LSM dan seluruh aktifis yang ada, kami menolak pencopotan Kapolres Pulau Buru dan Kapolda Maluku bahwa Polda telah menetapkan Andreas Batuwael sebagai tersangka.” Katanya

Dia menjelaskan, Kapolres sudah terjun lansung ke jalur D dan Tanah merah sehingga bisa mengantisipasi tokoh tokoh adat dan pemuda terhadap hal yang tidak diinginkan

Soamole sempat menyinggung pemberitaan yang tidak melakukan aksi demo terhadap kejadian tanggal 30 Januari terkait pembunuhan Aladin di areal tambang emas ilegal Gunung Botak.

“Ada juga pemberitaan tadi malam, pertanyakan kenapa tanggal 30 tidak dipersoalkan dan tidak di demo, bukan kita tidak demo pak, kriminal murni yang dialami oleh Aladin alias Naruto yang mungkin meninggal di Gunung Botak tak ada saksi yang membenarkan
dan kita anggap itu kriminal murni dan itu kewenangan kepolisian” tuturnya

Terkait pembunuhan, organisasi ini sepeenuhnya mendukung untuk mengusut kasus tanggal 30 siapa pembunuh dinalik itu.

Sebelumnya aksi ini dilakukan di Mapolres Buru sekaligus menyerahkan tuntutan kepada Humas Polres.

” Tadi sebelum aksi disimpang, sudah singgah di Polres Buru dan telah kami serahkan aspirasi kami kepada Polres Buru terkait dengan poin tangkap Toni Bayuwael sebagai aktor dibalik semua ini.” Ungkapnya

Jangan saja Andi Latbual lanjutnya, tetapi Toni Batuwael, didalam visual itu tidak direkayasa, saya haqqul yakin, kecocokan antara saudara Andreas dan sudara AndimLatbual sudah jelas disitu disebut Toni sebagai aktor, Toni sebagai pemilik kolam, Toni sebagai pemilik rendaman, Toni sebagai tembak larut. Sudah lama pak dan itu sudanh pernah kami bersuara tapi selama ini dia seakan akan kabal hukum. ” Maka itu saya minta polres Buru segera memanggil Toni Batuwael diproses secara hukum, harapan kami jilid 3 akan kami laksanakan, jilid 4 akan kami laksanakan sampai keadilan ini terselesaikan ” tutupnya

Pernyataan sikap yang ditandatangani ketua LSM Parlemen Jalanan, Ruslan Arif Soamole dan ketua Aliansi Peduli Lingkungan. Selengkapnya :

Menindak lanjuti aksi kami pada rabu, 02 pebruari 2022 tentang masalah penembakan oleh oknum anggota Brimob di areal tambang Gunung Botak maka kami dari LSM Parlemen Jalanan dan Aliansi Peduli Lingkungan menyatakan sikap

Meminta Polda Maluku, dala

Pos terkait