Minyak Tanah Diisukan Langka Jelang Nataru, Gubernur Maluku Turun Langsung ke Pangkalan

MALUKUEXPRESS.COM, 18 Desember 2025
Ambon — Isu kelangkaan minyak tanah yang memicu antrean panjang di sejumlah titik penyaluran di Maluku menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) langsung ditanggapi serius Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan stok dan mencegah kepanikan masyarakat.

Pantauan di sejumlah pangkalan menunjukkan antrean warga sempat mengular. Namun, Gubernur menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan kekurangan pasokan, melainkan karena konsentrasi pembeli di titik-titik tertentu.

“Begitu ada laporan antrean panjang dan isu kelangkaan, kami langsung turun cek. Hasilnya, stok minyak tanah aman dan distribusi berjalan normal,” tegas Lewerissa saat meninjau pangkalan minyak tanah di Kelurahan Waihaong, Rabu (17/12/2025).

Ia menambahkan, Pemprov Maluku bersama Pertamina akan memperketat pengawasan penyaluran agar distribusi lebih merata dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan penimbunan.

“Jangan sampai ada spekulasi yang merugikan masyarakat. Pengawasan akan kami lakukan terus, apalagi menjelang Nataru,” ujarnya.

Pertamina Tambah Pasokan 19 Persen

Dari sisi penyedia energi, Pertamina Maluku memastikan pasokan minyak tanah dalam kondisi aman. Sales Branch Manager (SBM) Maluku 1, Afif, menyatakan bahwa Pertamina telah melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan penyaluran hingga 19 persen sejak awal Desember.

“Stok di depot aman, distribusi ke pangkalan berjalan lancar, dan tidak ada kendala logistik,” jelas Afif.

Ia menegaskan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencegah penyimpangan distribusi di lapangan.

Pengawasan Nataru Diperluas

Tidak hanya minyak tanah, Gubernur Maluku menegaskan bahwa pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh sektor strategis menjelang Nataru, termasuk transportasi, ketersediaan bahan pokok, dan stabilitas harga.

“Pemerintah Provinsi Maluku siaga penuh. Semua kebutuhan masyarakat kami awasi langsung agar warga merasa aman dan nyaman menyambut Natal dan Tahun Baru,” pungkas Lewerissa.

Dengan langkah pengawasan langsung di lapangan dan penambahan pasokan, Pemprov Maluku berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan yang belum tentu terbukti.(CM)

Pos terkait