MUSDA II KOSGORO Maluku! Dave Laksono Gas Pol Ekonomi Laut, Elly Toisutta Makin Solid 

MALUKUEXPRESS.COM, Ambon — Musyawarah Daerah (MUSDA) II KOSGORO 1957 Maluku bukan sekadar forum biasa—ini ajang “pemanasan mesin” kekuatan ekonomi dan politik yang siap mengguncang Maluku.

Digelar di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/4/2026), acara ini langsung panas sejak awal. Dengan tema stabilitas pembangunan di tengah krisis global, KOSGORO tampil percaya diri sebagai motor ekonomi kerakyatan berbasis laut.

Sorotan utama datang dari Dave Laksono. Ketua Umum PPK KOSGORO 1957 itu menegaskan: organisasi ini bukan tempat konflik, tapi “rumah pengabdian” yang harus mengangkat kader, bukan menjatuhkan.

“KOSGORO harus jadi kekuatan nyata rakyat—bukan sekadar nama besar,” tegasnya.

Lebih jauh, Dave langsung mengunci arah: KOSGORO Maluku wajib mengawal kebijakan Prabowo Subianto sekaligus memperkuat garis politik Partai Golkar. Bahkan, ia terang-terangan memberi sinyal kuat dukungan kepada Elly Toisutta untuk terus memimpin.

Elly pun tak tinggal diam. Dengan nada tegas, ia menegaskan Maluku harus jadi kunci stabilitas nasional.

“Kita harus jadi mitra strategis pemerintah dan pastikan pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Robby Sapulette membuka “kartu keras”: Maluku dengan 93% wilayah laut belum maksimal karena masalah logistik dan infrastruktur.

“Tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Harus ada kebijakan khusus!” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Pemprov melalui Dominggus Nicodemus Kaya yang mendorong KOSGORO jadi jembatan antara rakyat dan pemerintah, terutama di sektor perikanan dan wisata bahari.

Tak kalah panas, Ridwan Marasabessy mengingatkan: KOSGORO harus kembali ke akar—menguatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

Kesimpulan besar dari MUSDA ini jelas, KOSGORO 1957 Maluku sedang “naik level”—dari organisasi biasa menjadi kekuatan strategis yang siap menggerakkan ekonomi berbasis kelautan sekaligus menjaga stabilitas politik.

Dengan soliditas kader, dukungan elite, dan fokus ekonomi maritim, satu pesan kuat menggema dari Ambon : Maluku bukan lagi penonton—tapi pemain utama!. (CM)

Pos terkait