MX.COM, Peringatan Hari Raya Waisak di Kabupaten Maluku Tengah berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Namto, Minggu (7/6). Bupati Maluku Tengah Zulkarnain hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi umat Buddha dalam membangun toleransi serta kerukunan di Bumi Pamahanusa.
Momen apresiasi itu terlihat saat menerima Bupati Zulkarnain menerima cenderamata dari Ibu Aline Tjoa Selaku Ketua Panitia serta perwakilan umat Buddha. Penyerahan plakat berbungkus kotak biru dengan ornamen emas menjadi simbol penghargaan kepada pemerintah daerah atas peran aktifnya bersinergi dengan komunitas Buddha menjaga harmoni sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menegaskan Maluku Tengah kuat karena keberagamannya. Umat Buddha, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Konghucu hidup berdampingan dengan damai.
“Kontribusi umat Buddha dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pelestarian budaya sangat kami hargai. Waisak bukan hanya perayaan keagamaan, tapi juga momentum memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa,” ujar Bupati.
Bupati juga menyinggung pembangunan sarana ibadah umat Buddha seperti Patung Buddha Taman Buddha Jayagiri Arama di Desa Namto, Seram Utara Timur Seti. Menurutnya, kehadiran tempat ibadah yang representatif adalah bentuk nyata negara hadir untuk semua umat beragama.
Peringatan Waisak di Maluku Tengah tahun ini diisi doa bersama, ceramah dharma, dan kegiatan sosial. Tokoh agama Buddha menyampaikan pesan Waisak tentang welas asih, kesadaran, dan hidup rukun di tengah perbedaan.
Foto penyerahan cenderamata yang diunggah memperlihatkan suasana akrab. Bupati Zulkarnain mengenakan batik khas Maluku, didampingi tokoh masyarakat, sementara perwakilan umat Buddha memberikan plakat dengan senyum.
Pemkab Malteng berkomitmen terus menjaga iklim toleransi. “Pemerintah ada untuk semua. Kita jaga Maluku Tengah tetap aman, damai, dan maju bersama,” kunci Bupati tutup. (*






