Puncak Peringatan Trisuci Waisak 2570 BE di Namto Malteng Berlangsung Khidmat, Ketua Permabudhi Maluku: Karma Baik Kita Berkumpul Bersama

MX.COM, NAMTO, Seram Utara Timur Seti, Peringatan Trisuci Waisak 2570 Buddhist Era/2026 Masehi di Taman Jaya Giri Arama, Desa Namto, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Maluku Tengah, berlangsung penuh hikmat, Minggu 7/6/2026. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan umat Buddha di wilayah pedalaman Alifuru sekaligus memperkuat harmoni di tengah keberagaman.

Acara dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, S.Sos, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku atau yang mewakili Pembimas Buddha, Camat Seram Utara Timur Seti, Para Bhikkhu Sangha, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dan umat Buddha setempat.

Bacaan Lainnya

Selaku Ketua Permabudhi Maluku sekaligus Ketua Panitia Besar Waisak 2026, Aline Tjoa Pinontoan menyampaikan laporan singkat pelaksanaan kegiatan.

“Puji syukur kita panjatkan, karena dengan kekuatan karma baik, kita berkesempatan berkumpul bersama dalam kegiatan Waisak Bersama di Desa Namto ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Waisak Bersama ini bertujuan mempererat persaudaraan umat Buddha khususnya di wilayah pedalaman Alifuru, serta memperkuat harmoni masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

“Kami berharap Taman Jaya Giri Arama terus berkembang menjadi ruang bersama bagi umat Buddha—sebagai tempat bersosialisasi, ruang belajar Dhamma, serta menumbuhkan nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Aline.

Lanjutnya, Salah satu momen puncak adalah peresmian Buddha Rupa, pendirian pertama di tempat ini. Menurut Aline, kehadiran arca Buddha bukan hanya simbol keagamaan, tetapi pengingat nilai kebijaksanaan, welas asih, dan kedamaian yang diharapkan dirasakan seluruh masyarakat.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Permabudhi Maluku, Karuna Metta Wijaya, Magabudhi, Wandani, serta gotong royong masyarakat setempat.

Aline menyampaikan terima kasih khusus kepada Wagub Maluku dan Bupati Maluku Tengah atas kehadiran dan dukungan.

“Kehadiran Bapak sekalian mewakili pemerintah daerah menjadi kehormatan bagi kami, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kerukunan di daerah ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi para tokoh masyarakat. “Kehadiran bapak-bapak menjadi bukti nyata dukungan terhadap penguatan nilai toleransi dan kehidupan beragama yang harmonis di Maluku.”

Tambahnya, Interaksi lintas iman yang terbangun selama kegiatan, kata Aline, mencerminkan suasana persaudaraan yang hangat dan saling menghargai.

“Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pelaksanaan. Untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, mempererat persaudaraan, serta menjadi langkah nyata menjaga kedamaian dan harmoni di tengah keberagaman,” pungkasnya tutup. (*/

Pos terkait