Mutu Jalan Hotmix Kota Tual Di Ragukan

Tual. MX. Upaya yang di lakukan Pemerintah Kota Tual melalui perencanaan pembangunan program dan kegiatan fisik Dinas Pekerjaan Umum dalam perencanaan selalu mengakomodir kepentingan masyarakat, baik di kota maupun pingiran kota serta pulau-pulau, dalam rangka membuka akses perbaikan maupun peningkatan jalan raya sebagai penghubung akses masyarakat.

Begitu pesatnya pekerjaan jalan raya di semua jalan poros maupun lorong-lorong, namun yang terjadi sesuai fakta di lapangan bahwa, Pekerjaan jalan hotmix maupun pekerjaan peningkatan jalan saat ini terkesan prosesnya “asal jadi bapak senang”

Dlaam pantauan wartawan MX bahwa, sejak 3 tahun terakhir ini pekerjaan hotmix yang di kerjakan salah satu kontraktor di kota tual terindikasi, tidak bermutu karna kurang ada pengawasan dari Pemerintah, Dalam hal ini petugas teknis dari SKPD dan konsultan yang mengakibatkan pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor dimaksud tidak sesuai aturan. Yang kita lihat bahwa Pekerjaan Hotmix baru memasuki 2 Tahun, permukaan jalan Hotmix di kota Tual sudah haus dan kurang bermutu. Salah satu Contoh, Jalan raya di Dusun Watran menuju ke Luv, Proyek APBD thn 2016/2017 lingkar Dusun sepanjang 5 KM Dengan nilai 4,6 Milyar.

Dalam proses Hotmix Ada tahapan-tahapan yang di lakukan saat proses pekerjaan di maksud, sesudah penimbunan dan pengerasan pihak kontraktor dan pekerja tanpa ada finising keseluruhan 5 KM. Namun finising yang dilakukan hanya 100 meter. Hal ini mengakibatkan 4.900 meter yang sisa terlihat permukaan jalannya sudah haus, jika di bandingkan dengan jalan raya ke Nam yang dikerjakan pada tahun yang sama oleh kontraktor yang sama dengan sumber dana yang sama namun kondisi jalannya jauh lebih baik.

Untuk itu di harapkan kepada pemerinta daerah baik Eksekutif dan Legislatif untuk tetap melakukan pengawasan ketat terhadap petugas teknis dari SKPD, konsultan dan perusahaan sehingga nantinya pelaksanaan proyek Tahun 2019 ini jauh lebih baik dari pada proyek 3 tahun yang lalu yang  terkesan mutu dan kualitas pekerjaannya rendah. (Tim)

Pos terkait