Malukuexpress.com, Masohi – Peristiwa bullying yang dilakukan siswa terhadap guru, pada sekolah SMA Negeri 15 Maluku Tengah (Malteng) senin 14 Agustus 2023 lalu, mendapat kritikan dari berbagai pihak.
Pasca kejadian itu, berbagai pihak angkat bicara. Mulai dari Cabang Dinas Pendidikan Menengah dan Khusus Malteng, pihak Sekolah SMA Negeri 15 Malteng, Pemerhati Pendidikan, masyarakat dan juga para Alumni sekolah tersebut.
Mereka sangat menyesali atas peristiwa demonstrasi yang berujung pada pembulian, yang dilakukan oleh para siswa terhadap salasatu guru yang menjabat sebagai Wakasek kesiswaan, yakni Maryam Latarissa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah dan Khusus Malteng Jabir Tomagola, mengutuk dengan keras atas tindakan para siswa yang melakukan bullying terhadap guru Serta menyampaikan penyesalan, karena terkesan ada pembiaran oleh pihak sekolah atas kejadian itu.
“Untuk itu kami kembalikan kepada pihak sekolah dan meminta dengan segera agar kepala sekolah melakukan tindakan, yaitu memanggil orang tua dan siswa yang melakukan bullying terhadap guru serta memberikan sanksi sesuai peraturan sekolah, dengan catatan tidak merugikan siswa,” kata Tomagola kepada wartawan di SMA Negeri 15 Malteng, rabu (16/8/2023).
Berkaitan dengan guru yang sengaja terlibat pada saat itu, mewakili dinas Pendidikan Provinsi Maluku, dirinya akan mengambil tindakan tegas berdasarkan peraturan kepegawaian No 94 Tahun 2021.
“Kalaupun ada guru diketahui sengaja untuk terlibat dengan siswa, maka kita ambil tindakan disiplin kepegawaian. Dan meminta dukungan kepada semua pihak, untuk melihat peristiwa ini. Agar diselesaikan secara baik, dengan catatan tidak merugikan siswa,” pintah Tomagola.
Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Malteng Amsudin mengatakan, Kekisruan di sekolah yang dipimpinnya pada 14 Agustus kemarin, dirinya tidak berada ditempat karena ada urusan dinas di Provinsi Maluku.
Menurutnya, ada oknum guru yang sengaja mendesain peristiwa ini, sehingga siswa dengan berani melakukan bullying terhadap gurunya.
“Kejadian ini, kita tidak boleh mengkambing hitamkan siswa, jadi satu sisi kita perlu telusuri siapa yang terlibat, karena peristiwa ini terjadi pada saat saya tidak berada ditempat,” ungkap Amsudin.
Sementara Wakasek Kesiswaan Maryam Latarissa, sangat menyayangkan peristiwa itu, sebab anak didiknya tidak mungkin melakukan bullying terhadap dirinya. Karena siswanya sudah diberikan tata tertib bahwa bullying itu sangat diharamkan.
“tidak mungkin siswa itu membuli guru begitu saja, pasti ada aktor yang ingin merusak nama baik saya dan juga SMA Negeri 15 Malteng,” ucapnya.
Pada saat kejadian itu juga, dirinya telah memaafkan para siswa, dan berharap tidak akan terulang lagi pembukuan kepada guru maupun siswa.
“mereka itu anak-anak saya, saya ikhlas. Kejadian ini merupakan cobaan, bisa dipahami bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dijangkau,” kata Latarissa dengan nada sendak dan mata berkaca-kaca.
Tidak hanya itu saja, para alumni sekolah tersebut juga membuat satu aksi, yakni membentangkan spanduk sepanjang lima meter, yang mana mengecam tindakan bullying yang terjadi di SMA Negeri 15 Malteng.
“Nantinya spanduk ini akan ditempatkan di sekolah, siapa saja bisa menandatangani spanduk ini, sebagai bentuk kecaman tindakan bullying. Saya berharap tidak ada lagi bullying terhadap guru atau siswa,” kata salasatu alumni SMA Negeri 15 Malteng, Santi Majid. (ME-08)






