Malukuexpress.com, Masohi – Guna optimalisasi program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana di Maluku Tengah. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Maluku, gelar penyusunan dokumen perencanaan perangkat daerah, melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana dan percepatan penurunan stunting Tahun 2024, rabu (6/4/2024).
Rakorda yang berpusat di hotel Isabela Masohi itu, di hadiri Oleh Pj. Sekda Malteng Jauhari Tuarita, Pj Ketua TP-PKK Malteng Asnawia Sahubawa, Danyon 731/Kabaresi, Kadis BKKBN Malteng M. J. Talaohu, serta pimpinan Puskesmas se-Malteng.
Pj. Sekda Malteng Jauhari Tuarita dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, penanganan kasus stunting, menjadi komitmen bersama seluruh pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Maluku khususnya Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. dari tahun ke tahun angka stunting di Maluku Tengah telah mengalami penurunan, dimana berdasarkan data SSGI tercatat prevalensi stunting saat ini berada pada angka 27%.
“Capaian tersebut tentunya tidak lepas dari upaya dan kerja keras pemerintah daerah beserta seluruh pemerintah Kecamatan hingga tingkat Negeri/Kelurahan, yang didukung kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholders terkait,” kata Tuarita.
Dikatakannya, untuk dapat meningkatkan intervensi lebih dalam pada program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Malteng, hal yang lebih penting dan utama saat ini untuk didiskusikan adalah sinkronisasi program-program, khususnya yang terkait dengan Bangga Kencana dan Penurunan Stunting secara teknis.
“Saya berharap juga melalui forum ini dapat didiskusikan bersama berbagai data dan analisis terkini mengenai tren kependudukan serta tantangan yang dihadapi terutama dikalangan generasi muda. Hal ini menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap dinamika demografi dan perubahan sosial yang terus berlangsung di wilayah Malteng,” harapnya.
Selain itu pula lanjut Tuarita, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program Bangga Kencana. Berbagai penanganan permasalahan stunting tersebut tentunya harus ditangani secara paripurna, komprehensif, terpadu dan bersifat multisektoral.
“Untuk itu, kepada seluruh jajaran, saya himbau agar terus meningkatkan sinergitas, koordinasi dan kolaborasi antara OPD, instansi vertikal, TNI/Polri, swasta, mitra kerja, organsiasi Wanita, organisasi kemasyarakatan lainnya serta Perguruan Tinggi, agar dapat meningkatkan strategi yang berbasis kearifan lokal untuk mewujudkan upaya percepatan penurunan stunting,” pintahnya.
Tuarita menjelaskan, Tahun 2024 adalah tahun terakhir untuk menilai keberhasilan program percepatan penurunan stunting, sesuai arahan Presiden RI dalam menurunkan angka prevelensi stunting yakni target nasional 14%, dan target Provinsi Maluku 20%.
“Untuk itu saya harapkan, agar proses percepatan penurunan stunting di seluruh Negeri/Kelurahan dapat dimaksimalkan sehingga diperoleh capaian yang lebih baik menuju terciptanya generasi unggul pada 2045,” harapnya.
Ia juga berharap, agar produk Bangga Kencana dapat lebih digencarkan untuk menjangkau generasi muda sampai ke pelosok desa.
“Kita ingin membangun keluarga yang Sejahtera lahir dan batin serta harmonis dalam kehidupan bermasyarakat,” harap Tuarita. (ME-08)






