Ambon, MalukuExpress.com,– 30/8/2025 – Suasana Pantai Wainitu pada Sabtu pagi berubah menjadi lautan antusiasme. Ratusan joran berjejer, tali pancing melayang ke laut biru, dan teriakan semangat menggema: 317 pemancing maniak resmi membuka lomba mancing terbesar dalam rangka HUT Kota Ambon 2025.
Acara yang digagas Anyer Community ini berhasil menarik peserta bukan hanya dari Maluku, tetapi juga dari Jakarta hingga Palembang. Tak heran jika suasana Pantai Wainitu penuh warna: tenda-tenda sponsor, teriakan dukungan keluarga, hingga canda tawa para peserta yang sama-sama berburu strike.
Ketua Panitia, Brian Mairuhu, yang juga didampingi ayahnya, Hadi Mairuhu (Anggota DPRD Kota Ambon), mengaku terharu melihat antusiasme peserta.
“Ini bukan sekadar lomba mancing, tapi pesta laut Ambon. Kami ingin semua orang merasakan kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap laut kita,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Sementara itu, Wali Kota Ambon dalam pesannya menegaskan pentingnya melestarikan laut sebagai aset utama Maluku.
“Wilayah Maluku 93 persen adalah laut. Ini masa depan kita. Karena itu, mari bersama menjaganya,” pesannya.
Tak tanggung-tanggung, Wali Kota menargetkan tahun depan 1.000 pemancing dari seluruh Indonesia bisa ikut ambil bagian. Target ini sontak disambut riuh oleh peserta dan penonton.
Ucapan terima kasih juga mengalir dari panitia kepada Pemerintah Kota Ambon, DPRD, Kapolres Ambon, sponsor, hingga Maluku Indomedia dan Pa Febry Calvin Tetelepta yang turut mendukung jalannya acara.
“Harapan kami, lomba ini bisa menjadi agenda tahunan berskala nasional. Ambon bukan hanya dikenal karena musik dan budayanya, tapi juga sebagai surganya pemancing,” tambah Hadi Mairuhu.
Dengan dukungan berbagai pihak, panitia berkomitmen memperluas kategori lomba, mulai dari tingkat kecamatan hingga kategori umum. Tujuannya jelas: memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk ikut serta, sekaligus memperkuat sportivitas dalam memancing.
Hari itu, Pantai Wainitu bukan hanya saksi perebutan ikan terbesar,piala dan hadiah menarik lainya, tetapi juga saksi persaudaraan yang semakin erat di antara warga dan tamu dari berbagai daerah. Sorak-sorai, senyum lebar, hingga cerita strike yang tak terlupakan, semuanya berpadu menjadi bukti bahwa Ambon layak disebut “Kota Bahari yang Riang”. (CM)






