Gubernur Maluku Diwakili Sadali Ie “Panas” di Pelantikan GMNI, Soroti Masela hingga RUU Daerah Kepulauan

MALUKUEXPRESS.COM, Ambon — Suasana pelantikan pengurus DPD GMNI Maluku periode 2025–2027 dan pembukaan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) terasa lebih “panas” dari biasanya. Dalam sambutan Gubernur Maluku yang diwakili Sadali Ie, sejumlah isu strategis disampaikan secara tegas, mulai dari konektivitas antar pulau hingga proyek gas raksasa Masela.Ambon 29 April 2029

Dalam pidatonya, Sadali Ie menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi gerakan mahasiswa. Ia menantang kader GMNI untuk tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga hadir sebagai kekuatan moral dan agen perubahan di tengah era disrupsi.

“Mahasiswa harus kritis namun santun, idealis tetapi tetap realistis. Jangan hanya jadi penonton di tengah perubahan besar yang sedang terjadi,” tegasnya di hadapan para undangan.

Salah satu poin yang paling disorot adalah perjuangan RUU Daerah Kepulauan yang dinilai sangat penting bagi Maluku. Ia mengungkapkan bahwa proses legislasi sudah memasuki tahap penting setelah keluarnya surat presiden, dan kini membutuhkan dorongan kolektif dari semua elemen.

“Ini bukan hanya urusan pemerintah. Ini perjuangan bersama. GMNI harus ambil peran dalam mengawal percepatan pengesahan RUU Daerah Kepulauan,” katanya dengan nada serius.

Tak hanya itu, Sadali juga menyinggung potensi besar sektor kelautan Maluku yang dinilai belum maksimal memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia mendorong mahasiswa untuk ikut mendorong hilirisasi industri perikanan agar Maluku tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah.

Namun, bagian paling “menyentil” datang saat ia membahas proyek strategis nasional Blok Masela. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut harus benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat lokal, bukan hanya menguntungkan pihak luar.

“Masela harus jadi tonggak kebangkitan ekonomi Maluku. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di tanah sendiri,” ujarnya, yang langsung disambut perhatian serius peserta.

Menutup sambutan, ia mengajak seluruh kader GMNI untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bukan sekadar wacana.

“Kerja nyata, gagasan inovatif, dan keberpihakan pada rakyat adalah kunci. GMNI harus hadir membawa solusi,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, organisasi kepemudaan, serta berbagai tokoh masyarakat, menandai kuatnya harapan agar generasi muda Maluku mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. (CM)

Pos terkait