MALUKUEXPRESS.COM, AMBON – Setelah cukup lama mengalami kevakuman, Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri mulai menata kembali kekuatan organisasinya di Maluku. Pelaksanaan Musyawarah Resor (Musres) KBPP Polri Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali organisasi yang selama ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi, pengabdian, dan kontribusi anak-anak keluarga besar Polri bagi masyarakat dan bangsa.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Ambon pada 29 Oktober 2026 tersebut bukan sekadar agenda memilih ketua dan menyusun kepengurusan baru. Lebih dari itu, Musres menjadi ujian awal bagi keseriusan KBPP Polri dalam mengakhiri kevakuman dan mengembalikan eksistensinya di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap konsolidasi organisasi ini juga tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Maluku Nomor ST/335/X/OPS.4.1./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam telegram tersebut, jajaran Polres diminta mengambil langkah koordinasi terkait pembentukan kepengurusan KBPP Polri di tingkat kabupaten/kota.
Kapolda Maluku melalui jajaran Binmas juga mengarahkan koordinasi dengan Pelaksana Tugas (Caretaker) Pimpinan Daerah KBPP Polri Maluku, Johny Sumbung, S.KM., M.Kes., untuk menindaklanjuti pembentukan kepengurusan tingkat resor.
Khusus Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kasat Binmas diminta mempersiapkan tempat dan akomodasi kegiatan melalui koordinasi dengan pihak caretaker maupun satuan kerja terkait.
BUKAN SEKADAR MEMILIH KETUA, TETAPI MEMBANGUN KEMBALI ORGANISASI
Dalam sambutannya, perwakilan keluarga besar KBPP Polri menegaskan bahwa organisasi ini telah terbentuk sejak 2003 dan pernah menunjukkan kiprah yang luar biasa dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta membangun kolaborasi dengan institusi Polri.
Namun, perjalanan organisasi tidak selalu berjalan mulus. Kevakuman yang cukup panjang menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui pembenahan kepengurusan dan konsolidasi dari tingkat daerah hingga resor.
Pesan yang disampaikan sangat jelas: ketua terpilih tidak boleh hanya mengejar jabatan, popularitas, atau kebanggaan mengenakan atribut organisasi.
Setelah dilantik, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai!
Ketua terpilih harus mampu menggerakkan anggota, membangun jaringan, memperluas kiprah organisasi, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap KBPP Polri.
PEMBINA: MUSRES HARUS MELAHIRKAN PEMIMPIN BERINTEGRITAS
Dalam kesempatan yang sama, unsur pembina KBPP Polri memberikan apresiasi atas dimulainya kembali konsolidasi organisasi di Maluku.
Ia menilai, kebangkitan KBPP Polri merupakan agenda positif yang harus dijalankan secara bijaksana, terbuka, fleksibel, dan konsisten.
Menurutnya, organisasi yang menghimpun keluarga besar Polri, khususnya putra-putri anggota Polri, memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sosial yang produktif.
Karena itu, Musres diharapkan menghasilkan kepengurusan dan figur ketua yang memiliki integritas tinggi, mampu bekerja, serta dapat menjadi contoh bagi seluruh resor KBPP Polri di wilayah Polda Maluku.
Pembina juga mengingatkan bahwa pembentukan organisasi tidak boleh berhenti pada seremoni. Kepengurusan harus berjalan secara terbuka tanpa tekanan, dengan mengedepankan tanggung jawab dan komitmen bersama.
ANAK POLISI JANGAN HANYA MENJADI PENONTON
Pesan menarik lainnya adalah ajakan kepada putra-putri anggota Polri agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam organisasi keluarga besar Polri.
KBPP Polri diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kecintaan terhadap institusi Polri, sekaligus memperkuat nasionalisme dan semangat pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun, kecintaan terhadap institusi tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol dan identitas keluarga. Kecintaan tersebut harus dibuktikan melalui karya, prestasi, kedisiplinan, kegiatan sosial, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
TANTANGAN BESAR: JANGAN SAMPAI BANGKIT HANYA SAAT ADA MUSYAWARAH
Kebangkitan KBPP Polri Maluku kini memasuki babak baru. Tetapi pertanyaan mendasarnya adalah: mampukah kepengurusan yang terbentuk menjaga organisasi ini tetap hidup setelah Musres selesai?
Jangan sampai organisasi kembali ramai ketika pemilihan ketua, tetapi kemudian senyap ketika masyarakat membutuhkan kontribusi nyata.
KBPP Polri harus membuktikan bahwa keberadaannya bukan sekadar pelengkap institusi, melainkan wadah keluarga besar yang mandiri, produktif, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Musres KBPP Polri Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease harus menjadi titik awal kebangkitan, bukan sekadar catatan kegiatan organisasi.
Jabatan boleh berganti, kepengurusan boleh berubah, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti!
Kini saatnya KBPP Polri Maluku membuktikan bahwa kebangkitan organisasi bukan hanya slogan. Saatnya bergerak, bersatu, berkarya, dan kembali hadir di tengah masyarakat.(CM)






