Malukuexpress.com, Masohi – Guna meningkatkan penguatan kapasitas saniri pada Desa adat, Pemkab Maluku Tengah (Malteng) gelar Focus Group Discussion (FGD), kamis (31/8/2023).
Kegiatan yang berpusat di lantai tiga kantor Bapplitbangda Malteng ini, menghadirkan narasumber dari Dosen Unpati Ambon Prof. Tony Pariela, Dosen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Dr. Y Trihoni Nalesti Dewi dan Dr. Abidin Wakano dari Dosen IAIN Ambon serta Institut Tifa Damai Maluku.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pj Bupati Malteng yang diwakili oleh Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Silviana Mattemmu.
Dalam sambutannya Mattemmu mengatakan, Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas Saniri Negeri yang adalah jantung dari Kesatuan Masyarakat Hukum Adat di Negeri. Karena memiliki keterkaitan yang utuh dengan seluruh masyarakat Negeri, dalam tanggungjawab memajukan Negeri-negeri di Malteng.
“Kegiatan peningkatan kapasitas Saniri Negeri ini, merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah untuk tetap menjaga eksistensi dan pengakuan terhadap negeri adat di Kabupaten Maluku Tengah,” ucapnya.
Sejalan dengan itu lanjutnya, penguatan Negeri melalui peningkatan kapasitas Saniri Negeri, dapat menjawab tantangan pembangunan daerah, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“Salah satunya adalah percepatan pembangunan desa secara terpadu, untuk mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa yang didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik, melalui peningkatan kapasitas aparatur desa, pendampingan, peran serta masyarakat desa yang inklusif,” jelas Mattemmu.
Ia berharap, semua pihak terus bekerjasama dan bergandeng tangan, dalam melayanai masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawab, sehingga masyarakat di daerah ini makin sejahtera sebagaimana yang diharapkan bersama.
“Olehnya itu, saya sangat berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan serius oleh Saniri Negeri adat di Kabupaten Maluku Tengah,” harapnya. (ME-08)







