Wakapolda Maluku Cek KP Yudistira-8003, Pastikan Polisi Hadir

MALUKUEXPRESS.COM, POLDA MALUKU — Laut bukan sekadar batas antarpulau bagi masyarakat Maluku. Laut adalah ruang kehidupan, sumber penghidupan, jalur transportasi, sekaligus bagian penting dari denyut perekonomian masyarakat.

Karena itu, memastikan wilayah perairan tetap aman menjadi bagian penting dari tugas kepolisian di Maluku.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si., saat meninjau Kapal Polisi (KP) Yudistira-8003 di Dermaga Kapal Perikanan Tantui, Ambon, Jumat (14/8/2026).

Peninjauan yang berlangsung sekitar 30 menit, mulai pukul 08.30 hingga 09.00 WIT, dilakukan bersama Kapten KP Yudistira-8003 AKBP Agung Hendri Susanto, S.Sy., M.M.

Pengecekan tersebut tidak sekadar melihat kondisi kapal, tetapi memastikan seluruh unsur pendukung operasional—mulai dari kesiapan armada, perlengkapan, hingga personel—benar-benar siap digunakan untuk menjawab kebutuhan pengamanan wilayah perairan Maluku.

Polisi Harus Hadir Sampai ke Laut

Sebagai provinsi kepulauan, sebagian besar aktivitas masyarakat Maluku memiliki keterkaitan erat dengan laut. Nelayan mencari nafkah di laut, kapal menjadi sarana transportasi antarpulau, sementara aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat juga bergantung pada kondisi perairan yang aman.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Polri tidak boleh berhenti di daratan.
“Kesiapan kapal polisi bukan hanya menyangkut kesiapan sarana operasional, tetapi juga kesiapan personel dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengamanan kepada masyarakat di wilayah perairan. Maluku adalah provinsi kepulauan, sehingga kehadiran Polri di laut harus benar-benar mampu menjawab karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat,” tegas Wakapolda Maluku.

Menurutnya, KP Yudistira-8003 harus dioptimalkan sebagai salah satu sarana untuk memperkuat jangkauan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah perairan.
Armada tersebut diharapkan mampu mendukung patroli, pelayanan masyarakat, pemantauan situasi keamanan, serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di laut.

Kesiapan Armada Harus Berjalan Bersama Kesiapan Personel

Wakapolda menegaskan bahwa kapal yang siap beroperasi harus didukung personel yang memiliki kemampuan, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap karakteristik medan perairan.
“Kapal harus dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Namun yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel. Kemampuan mengoperasikan sarana, memahami medan, menjaga keselamatan, serta membangun koordinasi dengan satuan lain harus menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Arif.

Ia meminta seluruh personel yang mengawaki KP Yudistira-8003 senantiasa mengedepankan profesionalitas, disiplin dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sebab, tugas kepolisian di laut memiliki tantangan tersendiri. Kondisi cuaca, luasnya wilayah perairan, jarak antarpulau, serta beragamnya aktivitas masyarakat membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar siap diterapkan di lapangan.

Pengamanan Laut Tidak Bisa Dilakukan Sendiri
Wakapolda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan wilayah perairan.
Laut merupakan ruang bersama yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas dan kepentingan. Karena itu, pengamanan perairan membutuhkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara Polri dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Pengamanan wilayah perairan membutuhkan sinergi. Polri harus membangun koordinasi yang kuat dengan seluruh stakeholder terkait agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan terukur,” katanya.

Pola pengamanan, lanjutnya, juga harus terus menyesuaikan dengan perkembangan situasi serta karakteristik geografis Maluku yang memiliki wilayah laut luas dan tersebar di antara banyak pulau.

Masyarakat Adalah Orientasi Utama

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan peninjauan KP Yudistira-8003 merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku untuk memastikan dukungan operasional kepolisian di wilayah perairan berjalan optimal.

Menurutnya, keberadaan armada kepolisian memiliki arti penting dalam memperluas jangkauan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat yang beraktivitas di laut.
“Kehadiran Polri tidak boleh hanya dirasakan di daratan. Di wilayah kepulauan seperti Maluku, masyarakat yang beraktivitas di laut juga harus mendapatkan rasa aman, perlindungan dan pelayanan kepolisian yang optimal,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, penguatan sarana operasional harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta koordinasi lintas sektoral.
Dengan demikian, keberadaan polisi di wilayah perairan tidak hanya menjadi simbol kehadiran negara, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat.

Laut Aman, Masyarakat Tenang

Bagi Maluku, keamanan laut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Ketika laut aman, nelayan dapat bekerja dengan tenang. Transportasi antarpulau dapat berjalan lebih lancar. Aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat dapat berlangsung tanpa rasa khawatir.

Karena itu, Wakapolda menegaskan bahwa seluruh upaya pengamanan perairan pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat.
“Orientasi kita adalah memberikan rasa aman. Masyarakat harus dapat menjalankan aktivitas di laut dengan tenang, nelayan dapat bekerja, transportasi dapat berjalan, dan seluruh kegiatan masyarakat di wilayah perairan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Peninjauan KP Yudistira-8003 berlangsung aman, tertib dan terkendali.
Melalui pengecekan kesiapan armada dan personel tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehadiran Polri di laut—menjaga keamanan perairan, melindungi masyarakat, serta memastikan laut Maluku tetap menjadi ruang kehidupan yang aman bagi seluruh masyarakat.
Karena bagi Maluku, menjaga laut berarti menjaga kehidupan.(CM)

Pos terkait