Malukuexpress.com, Masohi – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) AKBP Dax Emmanuelle yang diwakili oleh Kasat Binmas C. Haryanto, menyambangi RT. 15 Kelurahan Letwaru Kecamatan Kota Masohi, dalam rangka sosialisasi tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang dikemas dengan Jumat Curhat, jumat (25/8/2023).
Kegiatan yang berpusat di Masjid Al Muhajirin RT 15 ini, dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Letwaru Bripka Haswin Husain, Ketua RT. 15 Najib Rentua, Imam Masjid Al Muhajirin RT. 15 Hamja Ohoibor, serta masyarakat setempat.
Ketua RT. 15 Kelurahan Letwaru Najib Rentua, mengucapkan terimakasih kepada Polres Malteng, yang telah berkesempatan silaturahmi sekaligus sosialisasi tentang Kamtibmas di RT. 15 Kelurahan Letwaru.
Dirinya juga meminta kepada warga yang hadir pada saat itu, untuk saling bekerjasama sama menjaga Kamtibmas di lingkungan RT. 15.
“ Saya minta kepada warga untuk sama-sama menjaga keamanan di lingkungan kita ini, karena saat ini kita sudah memasuki tahun-tahun Politik,” singkatnya.
Sementara Kasat Binmas Cung Haryanto, yang didampingi KBO SatBinmas Polres Malteng Abd Situru dalam arahannya mengatakan, kegiatan jumat curhat yang laksanakan oleh Polres Malteng dan jajaran (Polsek), untuk menerima masukan maupun saran atau keluhan tentang perkara Kamtibmas yang ada di lingkungan.
Selain itu juga, memberikan pemahaman tentang Kamtibmas dan juga hukum kepada warga, dengan tujuan untuk mengingatkan kesadaran masyarakat tentang hukum.
“Kalau warga sudah taat hukum, insya Allah pasti lingkungan akan aman,” ucap Haryanto
Pada kesempatan itu pula, dirinya menjelaskan hal-hal tentang keamanan, sesuai dengan pasal 30 ayat (1), yang menyatakan bahwa UUD 1945 setiap warga negara berhak dan wajib untuk turut serta dalam pertahanan dan keamanan negara.
“Artinya setiap warga negara berhak untuk keamanan dan wajib untuk turut serta menciptakan pertahanan dan keamanan,” jelasnya.
“Sesuai UU, sudah dibagi fungsinya bahwa Polri bertanggung jawab sebagai keamanan dan TNI di bidang pertahanan, namun tidak mungkin pertahanan dan keamanan dapat berdiri sendiri untuk itu harus berkolaborasi dan didukung oleh warga,” kata Haryanto. (ME-08)






