Malukuexpress.com, Sekertaris Komisi III DPRD Maluku Rovik Afifudin mengaku kecewa atas kinerja Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Marvan Ranla Ibnu, yang tidak mengindahkan dan menghargai DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat.
Terkait proyek air baku di Dusun Mahia dan Desa Urimessing Kecamatan Nusaniwe, Kepala BWS Maluku menyatakan secara gamblang, proyek air baku di Mahia sudah selesai 100 persen kepada awak media di ruang kerjanya, bukan penjelasan secara resmi kepada DPRD Maluku yang mempertanyakan proyek tersebut.
Menurutnya pernyataan mengenai pekerjaan BWS sudah rampung 100 persen tersebut resmi disampaikan dahulu kepada DPRD Maluku,” kesal Rovik, Rabu (15/06).
Lanjut Rovik, penyampaian terlebih dahulu kepada awak media di ruang kerjanya, menimbulkan persepsi publik, bahwa kita menjudge orang lain.
Rovik menyebutkan, Ini menyangkut kepentingan rakyat di Mahia yang tidak menikmati air bersih, nyatakan secara resmi di ruang DPRD, itu baru fair dan bijaksana.
Jadi jelas bahwa Kepala BWS sudah nyatakan secara resmi bahwa pekerjaan sudah selesai 100 persen, maka kesempatan ini saya mau tanyakan apakah struktur jaringannya sudah tersedia tanpa air bersih masuk ke rumah warga atau dinikmati oleh warga, jelas Rovik.
Seharusnya, kata Rovik, dikatakan 100 persen itu jika infrastrukturnya sudah selesai dan bermanfaat bagi masyarakat.
Jangan ditanya disini, jawabnya disana, kesannya mencari pembenaran atas proyek yang faktanya amburadul dalam perencanaan,” ujar Rovik.
Ironisnya lagi, beberapa waktu lalu ketika Kepala BWS di undang DPRD Maluku malah mangkir, hanya mengutus perwakilan untuk rapat bersama DPRD, Tutup Rovik. (*(






