Banda Neira Siap Mendunia! Bupati Malteng dan ASC Satukan Kekuatan Sukseskan Darwin–Banda Neira Yacht Race

MALUKUEXPRESS.COM
MASOHI — Kepulauan Banda kembali bersiap mencuri perhatian dunia internasional. Komunitas pelayaran Ambon Sailing Community (ASC) secara resmi melakukan audiensi dengan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, guna memantapkan persiapan penyelenggaraan Darwin–Banda Neira Yacht Race 2026, sebuah ajang pelayaran internasional yang akan mempertemukan para pelaut dari Australia dan berbagai negara dengan keindahan sejarah serta budaya Banda Neira.Ambon 16 Juni 2026

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Maluku Tengah, Masohi, Pada Senin (15/6/2026), menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah dan masyarakat siap menjadikan event ini sebagai momentum besar kebangkitan pariwisata Maluku Tengah, khususnya Kepulauan Banda.

Delegasi ASC yang dipimpin oleh Nico Tulalessy bersama Ceisar Riupassa dan Sonya Sahureka diterima langsung oleh Bupati bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Dalam audiensi tersebut, ASC memaparkan perkembangan persiapan yang telah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas sektor, dukungan komunitas, hingga kesiapan teknis penyambutan peserta yacht race yang akan berlayar dari Darwin menuju Banda Neira pada awal Agustus mendatang.

Event Internasional yang Satukan Australia dan Banda Neira
Ketua tim ASC, Nico Tulalessy, menjelaskan bahwa Darwin–Banda Neira Yacht Race bukan sekadar perlombaan layar biasa, melainkan sebuah event yang dibangun atas semangat persahabatan, pertukaran budaya, dan penguatan hubungan masyarakat lintas negara.

Menurut Nico, penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
ASC telah melakukan koordinasi dengan KJRI Darwin, Konsulat Jenderal Australia di Makassar, TNI AL Lantamal IX Ambon, instansi pemerintah provinsi dan kabupaten, serta pihak CIQP (Customs, Immigration, Quarantine and Port) yang nantinya akan bertugas langsung di Banda Neira.

“Event ini didasarkan pada semangat relationship dan persahabatan antarbangsa. Karena itu spiritnya berbeda dengan event-event lainnya. Ini bukan hanya lomba, tetapi juga jembatan yang menghubungkan masyarakat Australia dengan masyarakat Banda,” ujar Nico.
Banda Neira Nyatakan Siap Menjadi Tuan Rumah
Sementara itu, Koordinator Lokal ASC di Banda, Ceisar Riupassa, mengungkapkan bahwa seluruh unsur di Kecamatan Banda telah menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan event tersebut.

Koordinasi telah dilakukan bersama unsur Muspika Kecamatan Banda, termasuk pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, syahbandar, pelaku pariwisata, komunitas lokal, hingga berbagai instansi terkait lainnya.
Menurut Ceisar, antusiasme masyarakat Banda sangat tinggi karena event ini dipandang sebagai peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi wisata Banda Neira kepada dunia internasional.

“Semua pihak di Banda telah menyatakan kesiapan untuk menyukseskan kegiatan ini. Ini menjadi kebanggaan bersama bagi masyarakat Banda,” katanya.
Tak hanya itu, dukungan juga mengalir dari berbagai komunitas budaya dan pegiat seni dari Kabupaten Kepulauan Aru, Kota Ambon, hingga Masohi yang akan ikut memeriahkan rangkaian kegiatan selama yacht race berlangsung.

Kapal Berlayar dari Darwin 1 Agustus
Berdasarkan jadwal yang telah disusun panitia, armada peserta akan mulai meninggalkan Darwin, Australia Utara, pada 1 Agustus 2026.
Jika kondisi cuaca dan arah angin mendukung, kapal pertama diperkirakan tiba di Banda Neira pada 4 Agustus dini hari.

Kedatangan para peserta nantinya akan disambut dengan berbagai agenda budaya dan kegiatan masyarakat.
Rangkaian utama kegiatan meliputi:
1 Agustus 2026: Start Yacht Race dari Darwin.
4 Agustus 2026: Perkiraan kedatangan peserta pertama di Banda Neira.
6 Agustus 2026: Welcome Ceremony.
8 Agustus 2026: Trophy Presentation dan malam budaya.

Panitia juga memberi kesempatan kepada seluruh peserta untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Banda, mengunjungi situs sejarah, menikmati wisata bahari, serta mengeksplorasi kekayaan budaya lokal yang menjadi daya tarik utama Kepulauan Banda.

Sudah 16 Kapal Terdaftar
Antusiasme peserta internasional terhadap event perdana ini cukup tinggi.
Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 16 kapal layar telah resmi mendaftar.
Armada tersebut terdiri atas:
2 kapal kategori IRC Racing.
5 kapal kategori PHS Multihull.
9 kapal kategori PHS Monohull.
Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah menjelang batas akhir pendaftaran.

Kehadiran puluhan pelaut internasional tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, homestay, transportasi laut, UMKM, kuliner, serta ekonomi kreatif masyarakat Banda.
Bupati Maluku Tengah: Banda Harus Mendunia
Menanggapi paparan ASC, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan komunitas pelayaran tersebut.

Menurutnya, Darwin–Banda Neira Yacht Race merupakan momentum strategis untuk mengangkat citra Banda Neira sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia Timur.
“Kegiatan ini sangat mendukung promosi dan kemajuan pariwisata Maluku Tengah, khususnya Banda. Ini kesempatan besar untuk memperkenalkan Banda kepada dunia internasional,” tegas Bupati.

Ia memastikan seluruh OPD terkait akan bekerja sama dan bersinergi dengan ASC agar para peserta mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Banda Neira.
Bupati juga menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung pada Welcome Ceremony maupun Trophy Presentation yang nantinya akan dirangkaikan dengan berbagai pertunjukan budaya lokal.

Target Jadi Agenda Tahunan
Lebih jauh, Bupati berharap Darwin–Banda Neira Yacht Race tidak berhenti sebagai event perdana semata.
Ia menginginkan kegiatan ini berkembang menjadi agenda tahunan berskala internasional yang mampu menarik wisatawan asing secara berkelanjutan.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, yacht race dapat menjadi pintu masuk investasi sektor pariwisata, memperkuat promosi budaya Banda, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Maluku Tengah untuk ikut menjaga keamanan, kebersihan, keramahan, dan kenyamanan selama pelaksanaan event berlangsung.
“Ini bukan hanya kegiatan ASC atau pemerintah. Ini adalah event masyarakat Maluku Tengah. Mari bersama-sama kita sukseskan agar Banda semakin dikenal dunia,” pesannya.

Banda Neira Bersiap Menjadi Sorotan Dunia
Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas pelayaran, instansi keamanan, pelaku pariwisata, dan masyarakat setempat, Darwin–Banda Neira Yacht Race 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event maritim terbesar yang pernah digelar di Maluku.

Lebih dari sekadar perlombaan layar, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan Banda Neira sebagai destinasi wisata sejarah dan bahari kelas dunia.
Ketika kapal-kapal layar mulai berlayar dari Darwin menuju Banda pada Agustus nanti, dunia akan kembali menoleh ke negeri rempah yang pernah menjadi pusat perdagangan global itu.

Darwin–Banda Neira Yacht Race 2026 bukan hanya tentang siapa yang tercepat mencapai garis akhir, tetapi tentang bagaimana Banda Neira kembali menegaskan dirinya sebagai permata pariwisata Indonesia Timur yang layak dikenal dunia.(CM)

Pos terkait