MALUKUEXPRESS.COM
AMBON – Warga Dusun Kamiri, Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, dibuat geger oleh penemuan seorang bayi perempuan yang masih hidup di dalam sebuah kardus pada Rabu (17/6/2026) dini hari.
Bayi malang itu ditemukan sekitar pukul 03.30 WIT di depan Depot Air Isi Ulang Joy Water dalam kondisi kedinginan. Saat ditemukan, bayi dibalut pakaian berwarna merah, kuning, dan hijau, lalu dimasukkan ke dalam kardus merek Gofit.
Penemuan tersebut bermula ketika seorang warga, Wa Rawah (65), keluar rumah untuk menuju kios. Di tengah perjalanan, ia mendengar suara yang awalnya dikira suara kucing. Namun setelah mendekat, suara itu ternyata tangisan bayi yang berasal dari sebuah kardus di depan depot air.
Sontak temuan itu membuat warga sekitar panik dan segera melaporkannya ke Polsek Teluk Ambon.
Mendapat laporan, personel Polsek Teluk Ambon langsung bergerak ke lokasi. Bayi perempuan tersebut ditemukan masih bernapas dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Restu H. Purba, SH, MH, mengatakan kondisi bayi saat ditemukan cukup memprihatinkan karena berada di luar ruangan pada dini hari.
“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju TKP dan mengevakuasi bayi ke rumah sakit. Saat ditemukan bayi masih hidup namun dalam kondisi kedinginan,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2,9 kilogram. Saat ini bayi masih menjalani observasi intensif di Ruang Melati RS Bhayangkara Ambon.
Sementara itu, polisi kini memburu orang tua maupun pihak yang diduga sengaja meninggalkan bayi tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku.
Kasus ini memicu keprihatinan masyarakat. Banyak warga mempertanyakan tega atau tidaknya seseorang meninggalkan bayi yang baru lahir seorang diri di dalam kardus pada dini hari.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus tersebut agar segera melapor untuk membantu proses penyelidikan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang, bukan ditinggalkan dalam kondisi yang membahayakan keselamatannya.(CM)






