MALUKUEXPRESS.COM, AMBON-Kegiatan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) jadi sorotan setelah pesan tegas disampaikan kepada para kader di Kantor DPRD Provinsi 29 April 2026,agar tidak hanya paham teori, tapi benar-benar turun ke lapangan. Nilai Pancasila dan Marhaenisme disebut harus hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Dalam arahannya, Watubun menekankan bahwa makna “merdeka” tidak boleh berhenti di kata-kata. Menurutnya, kemerdekaan harus terlihat dalam praktik bernegara dan kehidupan sosial sehari-hari.
Tiga pesan utama yang bikin panas:
Kritis tapi konstruktif: Kritik disebut sebagai “vitamin” bagi pemerintah agar bisa terus berbenah.
Berpihak ke rakyat: GMNI diminta tidak bersikap netral tanpa arah, melainkan jelas berdiri untuk kepentingan rakyat.
Solid dengan alumni: Hubungan kader aktif dan alumni harus diperkuat demi kekuatan organisasi.
“Jangan cuma kritik tanpa arah. Kita punya idealisme, cari dan bangun visi itu sendiri,” tegasnya.
Tak hanya itu, isu maritim juga jadi perhatian besar. Mengingat Maluku sebagai wilayah kepulauan, GMNI didorong untuk aktif memperjuangkan kedaulatan laut dan menolak eksploitasi sumber daya yang merugikan masyarakat.
“Kalau pulau kecil dieksploitasi sembarangan, akan rusak. Kita harus jaga kedaulatan laut demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Watubun mengingatkan pentingnya adaptasi di era digital dan dinamika global. Ia berharap GMNI tampil sebagai organisasi yang solid, vokal, dan tetap berlandaskan ideologi kuat.
“Mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader. Itu kuncinya!”
Pesan ini langsung ramai diperbincangkan, terutama di kalangan mahasiswa dan aktivis—dinilai sebagai dorongan keras agar organisasi tidak hanya bicara, tapi benar-benar bergerak. (CM)






