MX.COM, AMAHAI, MASOHI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pascasarjana dan Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas pelayan di Jemaat GPM Amahai-Soahuku, Klasis GPM Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Berdaya dalam Melayani: Penguatan Kapasitas Pelayan yang Inklusif dan Partisipatif untuk Jemaat Amahai-Soahuku, Klasis GPM Masohi” ini bertujuan untuk mentransformasi paradigma kepemimpinan pelayan gereja—khususnya para Penatua dan Diaken—dari pola hierarkis-otoriter menuju kepemimpinan yang melayani (servant leadership), inklusif, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat di ruang publik.
Transformasi Kepemimpinan dan Gereja yang Inklusif
Tim PkM UKIM yang diketuai oleh Dr. “Ricardo Freedom Nanuru, S.Si., M.Phil” bersama anggota “Jenne Jessica Revanda Pieter, S.Si., M.A.,” dan “Martha Marselina Patty S.Si.Teol.,M.Th” serta didampingi Satu orang Mahasiswa, memberikan pembekalan intensif kepada para penatua, diaken, dan unsur pelayan di Jemaat GPM Amahai-Soahuku.
Dalam pemaparannya mengenai Teologi Publik dan Tanggung Jawab Sosial Gereja, “Dr. Ricardo Nanuru” menegaskan pentingnya iman yang tidak hanya berhenti di dalam gedung gereja, tetapi hadir dan dirasakan manfaatnya di ruang hidup masyarakat.
“Teologi publik dimulai ketika kita berani menilai kehadiran gereja bukan hanya dari apa yang berlangsung di dalam gedung, melainkan dari perubahan yang dirasakan di luar gedung. Pelabuhan Amahai bukan sekadar infrastruktur, melainkan ruang perjumpaan mobilitas orang, barang, informasi, harapan, dan risiko. Gereja harus mampu menjadi ‘pelabuhan sosial’ yang menawarkan perjumpaan, perlindungan, akses, arah, dan harapan bagi masyarakat,” ujar Dr. Ricardo.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gereja yang berdampak adalah gereja yang berani bergerak dari sekadar menjalankan program menuju penciptaan dampak nyata, dengan melibatkan warga sebagai mitra dan pelaku perubahan. Pendekatan ini juga secara langsung mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
Eklesiologi Inklusif dan Leadership Pelayan.
Sementara itu, “Jenne Jessica R. Pieter, S.Si., M.A.” menyampaikan materi mengenai Eklesiologi Inklusif. Ia mendorong gereja untuk meruntuhkan sekat-sekat eksklusivitas dan stigma, serta bergerak dari model gereja “benteng pertahanan” menuju “Tenda Pertemuan yang Luas”.
“Gereja yang inklusif mempraktikkan radical hospitality—bukan sekadar menerima, tetapi aktif membuka ruang agar setiap orang, termasuk kelompok rentan, disabilitas, pemuda, dan lansia, memiliki rasa kepemilikan (belonging) dan berpartisipasi penuh dalam gerak pelayanan,” jelas Jenne.
Sesi workshop yang dibawakan oleh “Martha M. Patty, S.Si.Teol.,M.Th” membedah hakikat kepemimpinan pelayan (servant leadership) berdasarkan keteladanan Yesus Kristus (Markus 10:45). Para penatua dan diaken diajak untuk menyadari bahwa jabatan pelayan bukanlah tentang posisi atau kekuasaan, melainkan tentang pemberian diri untuk mengabdi, mendengarkan, serta hadir di tengah pergumulan umat dan masyarakat di ranah publik.
Sambutan dan Apresiasi Ketua Majelis Jemaat GPM Amahai-Soahuku.
Pendeta Lea Vebby Picaulima, menyambut hangat dan mengapresiasi penuh pelaksanaan PkM oleh Tim UKIM ini. Menurutnya, pembekalan ini sangat relevan dengan dinamika pelayanan di Jemaat Amahai-Soahuku yang memiliki kompleksitas tinggi dengan 12 sektor dan 42 unit pelayanan.
“Kami sangat bersyukur atas kolaborasi bersama Tim Pascasarjana dan Fakultas Teologi UKIM. Materi eklesiologi inklusif dan teologi publik ini membuka wawasan para pelayan kami untuk semakin peka, terbuka, serta mampu merancang pelayanan yang partisipatif bagi seluruh warga jemaat,” ungkap Pdt. L.V. Picaulima.
Melalui kegiatan PkM yang dilaksanakan berbasis metode Participatory Action Research (PAR) ini, diharapkan tersusun modul atau panduan pelayanan inklusif di tingkat jemaat guna meningkatkan kapasitas manajerial para pelayan secara berkelanjutan.(*/LD)






