MALUKUEXPRESS.COM
LANGGUR, MALUKU TENGGARA —
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Kabupaten Maluku Tenggara berlangsung meriah di laksanakan di tanggal 12 September 2026
dipusatkan di Grand Hotel Kimson,Langgur, dan sarat pesan politik.
Kehadiran undangan dari Ketua DPC Maluku Tenggara kepada Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Elwen Roy Pattiasina, bersama sejumlah Ketua DPC Demokrat se-Maluku, menjadi momentum penting bagi konsolidasi politik Demokrat menghadapi agenda politik mendatang.
Yang paling mencuri perhatian adalah pernyataan Roy yang secara terbuka menyebut Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher H sebagai salah satu figur yang layak memimpin Partai Demokrat Provinsi Maluku.
Roy bahkan menyebut kehadiran Thaher Hanubun sebagai “penolong” bagi Demokrat Maluku Tenggara yang saat ini tidak memiliki kursi di DPRD Kabupaten Maluku Tenggara.
“Tidak ada kata kalah bagi pejuang politik. Saya bersyukur hari ini datang seorang penolong, Pak Thaher. Ini kesempatan untuk bangun partai ini di Maluku Tenggara. Jangan dibiarkan berlalu, tangkap kesempatan ini,” tegas Roy dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan Bupati Maluku Tenggara, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader Demokrat serta para Ketua DPC Demokrat dari berbagai kabupaten/kota di Maluku.
Roy: 20 Tahun 6 Bulan Memimpin Demokrat Maluku Sudah Cukup
Roy Pattiasina juga mengungkapkan bahwa dirinya telah sekitar 20 tahun 6 bulan memimpin Partai Demokrat di Provinsi Maluku. Ia menyatakan telah memutuskan untuk memberi ruang bagi regenerasi kepemimpinan.
Ia menyebut terdapat tiga nama yang berpotensi maju dalam pergantian kepemimpinan DPD Demokrat Maluku, yakni Asri Arman, Halimun Saulatu, dan Muhammad Thaher Hanubun.
Namun, Roy memberikan sinyal kuat terhadap Tahir Hanubun.
“Kalau orang Maluku Tenggara, orang Kei semua sepakat pilih Antua, doakan Antua untuk maju ke depan dan Antua jadi Ketua DPD, maka tidak ada kemungkinan orang Maluku Tenggara akan pimpin Provinsi Maluku,” ujarnya.
Roy meminta kader Demokrat di Maluku Tenggara untuk memberikan dukungan moral dan doa terhadap perjuangan Hanubun.
“Bantu Pak Thaher dalam doa. Tidak ada satu perkara pun yang mustahil kalau kita serahkan sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan,” katanya.
“Kami Tidak Punya Kursi, Tetapi Tidak Boleh Menyerah”
Ketua Panitia HUT ke-25 Demokrat Maluku Tenggara, Marius Edoail, menegaskan bahwa ketiadaan kursi Demokrat di DPRD Maluku Tenggara bukan alasan bagi kader untuk berhenti mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, Demokrat harus tetap hadir dan bekerja, baik ketika berada di parlemen maupun di luar parlemen.
Rangkaian HUT ke-25 Demokrat di Maluku Tenggara diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan olahraga, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan di sejumlah titik di Langgur dan Elat, gerakan lingkungan “Langit Biru”, permainan rakyat, lomba olahraga, hingga pertandingan bola voli.
“Sebagai tentara-tentara politik di daerah ini, Partai Demokrat tidak memiliki kursi di DPRD. Tetapi bagaimana cara tetap sebagai partai politik konsisten, baik ada di parlemen ataupun di luar parlemen, pengabdian untuk masyarakat tetap diperjuangkan,” ujar Edoail.
Ia juga mengangkat filosofi masyarakat Kei tentang pentingnya kebersamaan.
Menurutnya, kekuatan akan terbentuk ketika berbagai unsur bersatu dan saling menopang.
Thaher Hanubun: “Kalau Tuhan Berkenan, Saya Berjalan Bersama Warna Biru”
Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam sambutannya menyambut positif kehadiran jajaran Demokrat se-Maluku.
Thaher mengakui bahwa Demokrat Maluku Tenggara saat ini menghadapi pekerjaan rumah besar setelah kehilangan kursi di DPRD. Namun ia menilai kondisi tersebut harus menjadi pengalaman dan momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus membangun kembali kekuatan partai.
“Nanda, jangan pernah berputus asa. Memandang jauh, tadi bilang ada langit biru. Kita menatap ke atas dan ke depan, pasti dia datang pada waktunya. Harus yakin,” kata Thaher.
Thaher juga menyampaikan pentingnya membangun Demokrat berdasarkan kepentingan masyarakat, bukan semata-mata kepentingan politik.
Ia menekankan bahwa pembangunan Maluku harus melihat karakter daerah kepulauan yang memiliki tantangan dan kebutuhan berbeda dengan daerah lain.
Dorong Demokrat Kembali Rebut Kursi DPRD hingga DPR RI
Dalam pidatonya, Thaher tidak menutupi ambisinya untuk melihat Demokrat kembali berjaya di Maluku.
Ia mengingatkan bahwa Demokrat pernah memiliki kekuatan politik besar di Maluku, termasuk ketika dirinya pernah berada dalam Fraksi Demokrat di DPRD Provinsi Maluku.
Menurut Thaher, pengalaman masa lalu harus menjadi modal untuk membangun kembali kekuatan Demokrat.
“Cita-cita saya sederhana. Bagaimana apa yang dibuat oleh Ketua DPD pada waktu-waktu yang lalu kita raih kembali. Pertama kursi pada saat itu,” ujarnya.
Ia bahkan menargetkan Demokrat kembali memiliki kekuatan hingga tingkat DPR RI.
“Suatu saat bagaimana kursi DPR RI harus dikembalikan oleh kader-kader Demokrat Maluku ke depan. Demokrat ikut berpartisipasi, bukan hanya berpartisipasi tetapi juga ikut merebut politik yang nomor satu,” tegasnya.
Tahir kemudian menyampaikan kesiapannya untuk berjalan bersama Demokrat apabila Tuhan memberikan kesempatan.
“Kalau Tuhan berkenan, maka suatu saat saya berjalan bersama-sama dengan warna biru ini. Insyaallah, puji Tuhan, kita kalau diperkenankan.”
“Kalau Dipercayakan, Saya Tidak Akan Lepas”
Thaher juga menyatakan komitmennya untuk membangun kekuatan Demokrat secara bersama-sama dan tidak berjalan sendiri.
Ia menegaskan, apabila mendapat kepercayaan, dirinya akan tetap berkoordinasi dengan jajaran pimpinan Demokrat.
“Kita lipat gandakan dengan bantuan. Dan saya tidak akan lepas. Kalau misalkan dipercayakan, saya tidak akan lepas dari Ketua. Pasti arahan dan tunjukkan beliau,” ujarnya.
HUT Demokrat Jadi Momentum Konsolidasi
Perayaan HUT ke-25 Demokrat di Maluku Tenggara akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun partai.
Momentum tersebut berubah menjadi panggung konsolidasi politik sekaligus penegasan arah Demokrat Maluku menghadapi masa depan.
Roy Pattiasina meminta kader Demokrat mengembalikan kejayaan partai di Maluku. Sementara Thaher Hanubun menyatakan kesiapan membangun kekuatan politik bersama warna biru apabila mendapat kepercayaan.
Pesan yang mengemuka jelas: Demokrat Maluku ingin bangkit, dan Maluku Tenggara sedang menawarkan satu nama untuk menjadi bagian dari kebangkitan itu.
Dengan berakhirnya rangkaian HUT ke-25, pekerjaan politik berikutnya justru baru dimulai: mengembalikan kursi yang hilang, memperkuat struktur hingga tingkat ranting, dan menyiapkan Demokrat Maluku menghadapi pertarungan politik 2029.(CM)






