Piru, Malukuexpress.com — Pengadaan sejumlah peralatan elektronik menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Infokom) kembali menuai sorotan tajam.
Pengadaan berupa 1 unit kamera, 2 unit laptop, 1 unit handycam dan 1 unit drone dipertanyakan setelah muncul dugaan bahwa peralatan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan dokumentasi dan publikasi kegiatan Bupati SBB serta Ketua Tim Penggerak PKK SBB, Rosbayani Asri.
Sorotan semakin menguat lantaran muncul dugaan bahwa pengadaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan publikasi yang diarahkan kepada media tertentu.
Aktivis Muhammad Resky meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku, Inspektorat, serta aparat pengawasan terkait untuk tidak tinggal diam dan segera menelusuri dugaan tersebut secara menyeluruh.
Menurut Resky, persoalan utamanya bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya barang yang dibeli, tetapi untuk apa barang tersebut diadakan, siapa yang menggunakannya, siapa yang menerima manfaatnya, serta apakah seluruh prosesnya sesuai dengan perencanaan dan ketentuan pengelolaan APBD.
“Persoalannya, pengadaan yang bersumber dari APBD tersebut patut dipertanyakan apabila barang yang dibeli kemudian diperuntukkan secara khusus bagi pihak atau media tertentu,” ujarnya.
Ia menduga pengadaan peralatan tersebut dilakukan setelah adanya arahan agar setiap perjalanan maupun kegiatan Bupati SBB dan Ketua TP-PKK dapat dipublikasikan secara maksimal.
Jika dugaan tersebut benar, kata dia, maka publik patut mempertanyakan apakah peralatan elektronik tersebut benar-benar menjadi kebutuhan resmi Dinas Infokom atau justru muncul karena kebutuhan publikasi kegiatan kepala daerah dan TP-PKK.
APBD Bukan Fasilitas Pejabat atau Media Tertentu
Resky menegaskan, barang yang dibeli menggunakan APBD merupakan barang milik daerah, sehingga penggunaannya harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mempertanyakan apabila peralatan yang dibeli dengan uang rakyat justru digunakan oleh pihak atau media tertentu secara khusus, sementara peralatan tersebut semestinya menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan informasi publik.
“APBD bukan milik Bupati, bukan milik dinas, dan bukan pula milik kelompok tertentu. APBD adalah uang rakyat. Karena itu, seluruh proses pengadaan wajib terbuka dan dapat diuji,” tegasnya.
Menurutnya, wartawan dan media memang merupakan mitra pemerintah dalam penyebarluasan informasi, namun hubungan kemitraan tersebut tidak serta-merta menjadi dasar untuk menyerahkan atau memanfaatkan barang milik daerah secara bebas oleh pihak tertentu.
Karena itu, ia meminta aparat pemeriksa tidak hanya memeriksa keberadaan fisik barang dan kelengkapan administrasinya.
“Telusuri dari hulu sampai hilir,” katanya.
Mulai dari dokumen perencanaan, dasar kebutuhan, sumber anggaran, spesifikasi barang, proses pengadaan, pihak yang menerima atau menggunakan, hingga tujuan pemanfaatan peralatan tersebut.
BPK Diminta Bongkar Siapa yang Sebenarnya Menikmati Fasilitas APBD
Resky menilai pertanyaan publik semakin besar apabila benar peralatan tersebut lebih banyak digunakan untuk mendukung publikasi kegiatan kepala daerah dan Ketua TP-PKK.
Sebab, menurutnya, fasilitas yang dibeli menggunakan uang rakyat harus dipastikan memberikan manfaat bagi kepentingan pemerintahan dan masyarakat secara luas, bukan berubah menjadi fasilitas untuk kepentingan tertentu.
Ia pun mendesak BPK Perwakilan Maluku dan Inspektorat SBB melakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan.
“Kalau memang pengadaan tersebut sesuai kebutuhan dinas dan aturan, silakan dibuka kepada publik. Tunjukkan dasar perencanaannya, dokumen pengadaannya dan mekanisme pemanfaatannya. Tetapi kalau ditemukan penyimpangan, tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Kini bola berada di tangan BPK dan Inspektorat: apakah pengadaan kamera, laptop, handycam dan drone tersebut benar-benar kebutuhan resmi Dinas Infokom SBB, atau ada kepentingan lain di balik penggunaan APBD tersebut?
Publik tentu menunggu jawabannya.
(CM)






