BMW BAWA BERKAT, DUA GEREJA DI TANIWEL DAPAT TANDA KASIH, PEMBANGUNAN BETEL SEKMA DITARGETKAN TUNTAS 2028

MALUKUEXPRESS.COM, TANIWEL, SBB – Kepedulian tidak cukup hanya diucapkan. Ia harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Prinsip inilah yang ditunjukkan Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M., atau yang akrab disapa BMW, saat hadir di Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Minggu (1/11/2026).

Di tengah kesibukan menjalankan tugas di Jakarta sebagai Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Komisaris Pertamina International Shipping, BMW menyempatkan diri hadir dan beribadah bersama umat Tuhan di Taniwel. Namun, kedatangannya kali ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ia membawa tanda kasih pribadi untuk mendukung perjuangan dua jemaat yang sedang membangun rumah Tuhan.

Bacaan Lainnya

Dua jemaat yang menerima bantuan tersebut adalah Jemaat Murnaten dan Jemaat Sekasale–Makububui (SekMa). Penyerahan dilakukan langsung dalam dua kesempatan ibadah Minggu, masing-masing pukul 06.00 WIT di Jemaat Murnaten dan pukul 09.00 WIT di Jemaat SekMa.

BUKAN SOAL NOMINAL, TETAPI KETULUSAN UNTUK BERBAGI

Di hadapan jemaat, BMW menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata-mata tentang besarnya nilai materi, melainkan tentang ketulusan hati, kepedulian, dan tanggung jawab untuk saling menopang sebagai sesama umat Tuhan.

“Di tengah kesibukan di Jakarta, hari ini kami bisa hadir dan menyempatkan waktu bertemu dengan umat Tuhan. Kehadiran ini sekaligus menyerahkan langsung tanda kasih guna mendukung penyelesaian pembangunan gedung gereja,” ungkap BMW.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu juga menyampaikan bahwa setiap berkat yang diterima merupakan titipan Tuhan yang harus membawa manfaat bagi sesama.

“Apa yang kami berikan sesungguhnya juga berkat yang Tuhan titipkan melalui tugas dan pengabdian bagi bangsa dan negara. Kerelaan untuk memberi dan berbagi adalah wujud nyata cinta kasih Tuhan kepada sesama,” katanya.

Pesan BMW kepada jemaat pun sederhana, tetapi sarat makna.
“Jangan pernah melihat pemberian dari besar atau kecilnya. Yang terpenting adalah ketulusan hati untuk berbagi. Ketika kita punya kesempatan membantu, jangan tunda. Sebab berkat akan jauh lebih bermakna ketika bisa menjadi berkat bagi orang lain.”
Bahkan, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelesaian pembangunan kedua gedung gereja tersebut secara bertahap.

“Kalau untuk Tuhan, jangan pelit-pelit. Berkat itu harus dibagi. Jangan cemas memikirkan hari esok, setiap hari memiliki penyertaan-Nya,” tuturnya.

JAWABAN DOA JEMAAT SEKMA, BETEL DITARGETKAN DIRESMIKAN TAHUN 2028

Momen yang tidak kalah menyentuh terjadi di Jemaat SekMa. Ketua Majelis Jemaat, Pendeta Jotam Manuhuttu, S.Si., menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Gereja Betel SekMa selama ini menjadi pergumulan panjang sekaligus doa seluruh warga jemaat.

Berbagai keterbatasan telah dilalui. Namun, iman dan harapan untuk menghadirkan rumah ibadah yang layak tidak pernah padam.

“Selama ini, langkah demi langkah kami lalui dengan iman dan harapan. Sering kali kami dihadapkan pada keterbatasan, namun keyakinan kami tidak pernah pudar bahwa rumah Tuhan ini akan berdiri tegak dan megah di tengah kami,” ungkapnya dengan penuh haru.

Menurut Pdt. Jotam, pihak majelis bersama panitia pembangunan telah menyusun rincian kebutuhan pembangunan secara transparan. Dengan perencanaan dan tahapan pekerjaan yang telah disiapkan, Jemaat SekMa menargetkan Gedung Gereja Betel dapat diresmikan dan dikuduskan pada tahun 2028, jika Tuhan mengizinkan.

Di tengah pergumulan mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan tersebut, kehadiran BMW menjadi suntikan semangat sekaligus dukungan nyata.
“Di saat kami sedang berjuang dan berdoa bagaimana menyiasati kekurangan yang ada, Bapak Michael hadir bukan hanya dengan kata-kata penyemangat, tetapi dengan tindakan nyata. Beliau menyampaikan, hari ini diawali dengan penyerahan bantuan dan komitmen untuk melanjutkan secara bertahap hingga pembangunan ini tuntas sepenuhnya. Ini sungguh jawaban doa yang luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Bagi jemaat, kehadiran BMW bukan hanya dinilai dari bantuan materi yang diberikan. Lebih dari itu, ada kepedulian, perhatian, dan persaudaraan yang dirasakan.
“Bapak Michael datang jauh dari Jakarta, menyempatkan waktu beribadah bersama kami, mendengarkan pergumulan kami, dan merasakan apa yang kami rasakan. Itu adalah dukungan moral yang tidak ternilai harganya. Beliau membuktikan bahwa jarak tidak memisahkan persaudaraan di dalam Kristus,” tambahnya.

DARI TANIWEL, SEBUAH PESAN TENTANG ARTI BERKAT DAN PERSAUDARAAN

Mewakili seluruh warga jemaat, Pdt. Jotam menyampaikan apresiasi dan doa bagi BMW beserta keluarga atas kepedulian yang telah ditunjukkan.

Jemaat berharap persekutuan yang terjalin tidak berhenti pada kunjungan hari itu, tetapi terus menjadi ikatan persaudaraan dan kepedulian dalam perjalanan pelayanan ke depan.

“Tidak ada balas jasa yang pantas kami berikan, selain doa yang terus kami panjatkan. Semoga gedung yang sedang kami bangun ini kelak bukan sekadar bangunan batu dan kayu, melainkan rumah doa yang menaungi generasi-generasi mendatang, tempat di mana kasih Tuhan dialami dan disampaikan kepada siapa pun yang datang,” ungkapnya.

Kisah dari Taniwel ini menyampaikan satu pesan penting: membangun rumah Tuhan bukan hanya pekerjaan menyusun batu, semen, dan beton. Ada iman yang diperjuangkan, ada doa yang dipanjatkan, ada pengorbanan yang diberikan, dan ada kepedulian sesama yang membuat harapan tetap hidup.

Kehadiran BMW menjadi salah satu bagian dari perjuangan tersebut. Bukan sekadar membawa bantuan dari Jakarta, tetapi ikut mengambil bagian dalam pergumulan umat di tanah Maluku.

Sebab pada akhirnya, berkat terbesar bukanlah ketika seseorang hanya menerima berkat, melainkan ketika apa yang dimilikinya mampu menjadi berkat bagi orang lain.

Dari Taniwel, pesan itu kembali digaungkan: kepedulian yang tulus tidak mengenal jarak, dan persaudaraan dalam Kristus tidak dibatasi oleh perbedaan tempat maupun kesibukan.
(CM)

Pos terkait