MALUKUEXPRESS.COM
AMBON,— Penguatan pelayanan publik di tengah karakter geografis Maluku Tengah yang berbasis kepulauan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.
Hal itu mengemuka saat Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Senin (10/8/2026). Kedatangan Bupati diterima langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku, Gindo Ginting.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi antarlembaga. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan jajaran keimigrasian membahas pentingnya memperkuat koordinasi agar pelayanan keimigrasian mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Dengan kondisi geografis Maluku Tengah yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan, akses terhadap pelayanan publik membutuhkan pendekatan yang adaptif. Mobilitas masyarakat antarpulau, arus wisatawan, aktivitas investasi, hingga konektivitas antarwilayah menjadi faktor yang menuntut pelayanan keimigrasian semakin efektif dan mudah dijangkau.
Banda menjadi salah satu kawasan strategis yang ikut mendapat perhatian. Perkembangan pariwisata dan mobilitas orang di kawasan tersebut membutuhkan tata kelola keimigrasian yang sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan konektivitas daerah.
Dalam konteks itu, sinergi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dengan Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku dinilai penting untuk memastikan pelayanan publik tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan pelayanan publik yang semakin responsif sekaligus membangun iklim yang kondusif bagi pariwisata, investasi, ekonomi, dan konektivitas Maluku Tengah.
Pertemuan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa penguatan pelayanan di wilayah kepulauan membutuhkan kerja bersama. Bukan hanya soal dokumen keimigrasian, tetapi bagaimana negara memastikan pelayanan tetap dekat, efektif, dan mampu mengikuti denyut mobilitas masyarakat di daerah kepulauan.(CM)






