Eka Istinugiarti Apresiasi Groundbreaking Pabrik Hilirisasi Kelapa dan Pala Rp640 Miliar di Liang Awaiya

Malukuexpress.com, Masohi – Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah dari Fraksi PKB, Eka Istinugiarti, memberikan apresiasi tinggi atas dimulainya pembangunan pabrik hilirisasi pengolahan kelapa dan pala di Negeri Liang Awaiya.

Proyek strategis ini merupakan bagian dari program nasional hilirisasi yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional dilakukan secara serentak pada Rabu, 29 April 2026. Presiden Prabowo Subianto meresmikannya secara virtual. Total nilai investasi dari belasan proyek tersebut mencapai Rp116 triliun.

Kabupaten Maluku Tengah menjadi salah satu titik penting dalam agenda nasional ini dengan nilai investasi Rp640 miliar.

Prosesi di Maluku Tengah dilanjutkan dengan peletakan batu pertama secara langsung di lokasi oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir.

Eka Istinugiarti yang merupakan legislator asal Dapil Masohi, Amahai, TNS, dan Teluk Elpaputih menyambut hangat kehadiran industri ini di tanah kelahirannya.

“Ini tentu kabar baik bagi masyarakat negeri karena pabrik untuk tujuan hilirisasi pengolahan kelapa dan pala dibangun di Negeri Liang Awaiya,” ujar Eka kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Sebagai putri daerah Liang, Eka juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah memperjuangkan proyek tersebut.

“Tentu sebagai anggota DPRD yang juga anak Negeri Liang harus beri apresiasi kepada Bapak Raja dan Saniri yang telah menjemput program nasional ini. Terima kasih juga kepada Bapak Bupati, Bapak Gubernur, dan PTPN yang telah menunjukkan keberpihakan untuk menghadirkan proyek pabrik hilirisasi di Maluku Tengah, terkhusus dipusatkan di Liang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eka menekankan tujuan utama hilirisasi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama melalui terbukanya lapangan kerja.

Ia menyoroti komitmen PTPN yang akan memprioritaskan SDM lokal dalam operasional pabrik.

“Yang paling penting, proyek hilirisasi ini diharapkan benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan serapan tenaga kerja. Tadi kalau kita simak pernyataan Dirut PTPN 1 bahwa tenaga kerja diproyeksikan berasal dari warga lokal. Ini tentu kabar baik bagi kita semua,” tutup Eka optimis.

Pembangunan pabrik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dan pala asal Maluku, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah. (ME-08)

Pos terkait