Malukuexpress.com, Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2022 yang ke 77 tahun. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura, Program Studi Pendidikan Sejarah menggelar seminar nasional, dengan sorotan tema : Merawat Nilai-Nilai Kepahlawanan Malalui Kurikulum Merdeka Belajar Sebagai Upaya Membangun Kesadaran Kolekif di Era 5.0.
Seminar nasional yang di gelar di Santika hotel, Jalan Jenderal Sudirman Kota Ambon Maluku, Kamis (10/11/2022) tersebut, Turut hadir narasumber antara lain, yakni Prof DR. Agus Mulyana, M. Hum Dekan FIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan Ketua Umum MSI pusat, Prof. Dr. Syamsu A Kamarudin, M.Si, Ketua Progran Studi S3 Sosiologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, dan Prof. Dr. Mus Huliselan, DEA, sejarawan Maluku, dan Moderator Johan Pattinama, S.Pd, MA, Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unpatti.
Peserta seminar nasional yang di gagas oleh Program Studi Pendidikan Sejarah (PSPS) FKIP Universitas Pattimura Ambon diikuti oleh mahasiswa sejarah dan alumni Unpatti serta undangan lainnya yang berjumlah sekitar 300 orang.
Hadir dalam seminar nasional tersebut mewakili Rektor Universitas Pattimura Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof DR Fredy. Leiwakabessy, Dekan FKIP Unpatti Prof. DR Izaac Wenno, S.Pd, M.Pd, Para Wakil Dekan di lingkup FKIP Unpatti, juga para Ketua jurusan, Para Ketua Program studi serta Para dosen FKIP Unpati Ambon, Kepala Balai Kajian Sejarah Maluku, Stenly Loupatty.
Mengawali semua rangkaian acara, dimulai dengan laporan Ketua Panitia DR. Betty Hetharion, S.Pd., M.Pd, dimana mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tulus Bapak Dekan FKIP Unpatti Prof DR. Izaac Wenno, S.Pd., M.Pd, Ucapan terima kasih Kepada Rektor Unpatti Ambon yang diwakili oleh Prof DR Fredy Leiwakabessy, Ucapan terimakasih kepada Bapak Ibu para donatur yang berkenan memberikan bantuan untuk terlaksananya kegiatan Seminar Nasional dan kepada para narasumber Prof. DR. Agus Mulyana, M. Hum Dekan FIPS Universitas Pendidikan dan Ketua Umum MSI Pusat Prof. DR. Syamsu A.Kamarudin yang berkenan hadir.
Selanjutnya, Dekan FKIP Unpatti Ambon, Prof DR Izak Wenno, S.Pd.,M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa, dengan momentum hari pahlawan ini, kita mensyukuri bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai dan memberkati kita dan melimpahkan keberkahan sampai sekarang Indonesia ini, masih berada pada posisi aman. Sebab kalau di lihat sekarang di dunia sekarang ini tergoncang, tetapi kita Indonesia tetap aman. Karena kepahlawan dari Bung Tomo arek-arek Suroboyo memberikan gambaran kepada kita generasi penerus bangsa sehingga pada tahun 1959 ditetapkanlah 10 November 2022 sebagai Hari Pahlawan sampai saat ini.
Lanjutnya, jadi inilah yang sebenarnya harus kita memaknai, apa sebenarnya makna dari hari Pahlawan yang kita laksanakan hari ini dalam wujud kita sebagai orang-orang yang selalu mentaati dan mengenang para pahlawan dan ini yang seharusnya kita lakukan sebagai generasi-generasi muda.
Harapan saya, ada tiga pembicara Para Profesor yang akan memberikan berbagai macam ide gagasan untuk kita semua, sebagai peserta seminar dimintakan bisa mengikutinya dengan baik sebab ini salah satu bentuk kegiatan ilmiah yang kita dilaksanakan.
Sementara itu, Rektor Unpatti, yang di Wakil Rektor I, Prof Fredi Leiwakabessy, M.Pd mengatakan bahwa, momentum ilmiah seperti ini kita akan memperoleh ide-ide dan gagasan yang brilian dari pembicara kita yang akan memaparkan.
Lanjutnya, Ide dan gagasan ini sulit, kita dapat, maka itu melalui forum ilmiah seperti ini, kita harus bergegas, bersemangat dalam jiwa kepahlawanan, terutama ini program studi sejarah, dimana harus ditumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan yang tinggi untuk mengecar ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya adalah dengan mengikuti seminar ilmiah seperti ini, ”jelasnya.
Sebab kedepan kita akan memperoleh apa ide-ide, apa gagasan-gagasan kita, yang sudah diriiset oleh para pakar ini, dalam pengalaman-pengalaman akademik mereka maupun dalam pengalaman-pengalaman jabatan mereka. Disamping itu, mereka akan memberikan juga proyeksi kedepan mana bagian-bagian penting, yang bisa kita riset, dan ini penting dalam menciptakan atmosfir akademik kita di perguruan tinggi, “tutupnya. (**)








