Groundbreaking Proyek Gas Raksasa Blok Masela Siap di Resmikan

MALUKUEXPRESS.COM, Maluku KKT-bersiap mencatat sejarah baru di sektor energi nasional. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela, pada 15 Juli 2026. Proyek strategis nasional ini menjadi tonggak dimulainya pengembangan salah satu ladang gas terbesar di Indonesia yang selama bertahun-tahun dinantikan.7 Juli 2026

Persiapan menuju agenda kenegaraan tersebut berlangsung intensif. SKK Migas bersama berbagai instansi pusat dan daerah terus mematangkan seluruh kebutuhan teknis, termasuk pengiriman 93 ton logistik ke Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan koordinasi lintas lembaga terus dilakukan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Bahkan, persiapan dilakukan langsung bersama Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimura
Mayjen TNI Dody Triwinarto
selaku Ketua Panitia Groundbreaking.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Ketua Panitia Groundbreaking Proyek Masela, Bapak Pangdam Pattimura, di Bandara Soekarno-Hatta. Logistik sedang dalam proses pengiriman ke Saumlaki, Maluku,” ujar Djoko dalam keterangan tertulis.

Sebanyak 93 ton logistik yang dikirim meliputi tenda utama, karpet, generator listrik, pendingin ruangan (AC), serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Sebagian besar logistik diangkut melalui jalur laut mengingat lokasi proyek berada di kawasan kepulauan yang cukup terpencil.
Menurut Djoko, seluruh desain dan skenario acara disusun dengan menyesuaikan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto.

“Persiapan di lapangan kami lakukan dengan desain kehadiran Bapak Presiden. Mohon doa dan dukungan, Insya Allah groundbreaking akan dilaksanakan pertengahan Juli 2026,” katanya.

Blok Masela, Harta Karun Energi Indonesia

Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan salah satu proyek migas paling strategis di Indonesia. Berlokasi sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, di Laut Arafura, lapangan gas laut dalam ini berada pada kedalaman 400 hingga 800 meter.

Cadangan gasnya diperkirakan mencapai 6,97 triliun kaki kubik (TCF), menjadikannya salah satu cadangan gas terbesar yang dimiliki Indonesia. Pengembangan Blok Masela diharapkan menjadi penggerak utama peningkatan produksi gas nasional, memperkuat ketahanan energi, mendorong hilirisasi industri, sekaligus membuka peluang investasi bernilai miliaran dolar.

Bagi Maluku, proyek ini dipandang sebagai momentum transformasi ekonomi daerah. Kehadiran investasi berskala besar tersebut diharapkan menciptakan lapangan kerja, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat industri energi nasional.

Groundbreaking yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto menjadi penanda dimulainya babak baru pemanfaatan potensi energi Indonesia dari kawasan timur, sekaligus menegaskan posisi Blok Masela sebagai salah satu proyek strategis paling penting dalam sejarah industri migas nasional. (CM)

Pos terkait