MALUKUEXPRESS.COM, TORAJA UTARA, Menyikapi kegiatan pelatihan safety reading dan safety diving relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kabupaten Toraja Utara, dalam rangka mewujudkan budaya berkendaraan aman tertib dan beretika di jalan raya, yang digelar koordinator SPPG Torut bekerja sama Polres Torut baru-baru ini, Ketua Satuan Gugus (Satgas) Khusus Kebencanaan HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia), Johny Sumbung, SKM, M.Kes menyampaikan apresiasi .26 Agustus 2026
Dikatakannya bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah positif untuk meningkatkan keselamatan para relawan saat menjalankan tugas mengantarkan makanan kepada para penerima manfaat.
Meski demikian, Johny berharap ke depan pihak penyelenggara dapat memperbanyak pelatihan yang berfokus pada penanganan dan distribusi makanan secara higienis dan Saniter.
“Keselamatan berkendara memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana makanan tetap terjaga kebersihan dan higienitasnya hingga diterima oleh para penerima manfaat ” ungkap Johny yang juga merupakan ketua departemen kesehatan lingkungan hidup dan kebencanaan *Keluarga Besar Putra Putri Polri* (KBPP Polri) di Jakarta
Ia menambahkan, relawan driver memiliki peran penting dalam menjaga kualitas makanan selama proses distribusi. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan mengenai cara membawa, menyimpan sementara, serta distribusi makanan agar tetap aman dan layak dikonsumsi. Dan selama proses pengantaran hal ini sangat penting, jangan sampai parkir ditempat yang tidak higienis, seperti dibawah pohon, dekat tempat sampah, atau merokok saat melakukan kontak dengan makanan yang akan dibagikan ke Penerima manfaat.
Dirinya menilai bahwa pelatihan bagi relawan tidak seharusnya hanya menitikberatkan pada etika berlalu lintas, tetapi juga mencakup standar higienitas pangan sebagai bagian dari keberhasilan program MBG di Kabupaten Toraja Utara.
” pelatihan yang dilakukan di Torut harus betul-betul menjadi contoh. Jika drivernya ugal-ugalan atau melakukan hal-hal yang tidak dibawah kendali SPPG agar SIM nya dicabut karena mengganggu keamanan dan keselamatan orang lain ” pungkas Johny yang juga berdarah Toraja. (CM)






