MALUKUEXPRESS.COM, Kantor Walikota akan kembali menggelar Jumpa Wajar pada Jumat, 8 Agustus 2025. Seperti kegiatan rutin setiap Jumat, agenda pertemuan kali ini akan membahas perkembangan penanganan air bersih, penanggulangan sampah, lampu jalan, serta kondisi jalan jalan yg masih rusak, rumah-rumah yang masih terdampak longsor.
Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan laporan perkembangan, kendala di lapangan, serta menerima masukan langsung dari warga.
Air bersih ini adalah merupakan 17 program prioritas yang pertama, Melihat kebutuhan masyarakat terkait hal ini Baru enam bulan berjalan ini sudah beberapa titik yang bisa terselesaikan. “Nah dengan adanya laporan-laporan masyarakat ini itu sangat membantu kita menyelesaikan 17 program, Prioritas itu yang pertama itu adalah air bersih, artinya apa yang disampaikan masyarakat akan langsung direspon yah,” kata Ibu Wawali.
Kemudian Pegawai-pegawai yang ada di sini untuk mengisi kekosongan-kekosongan ataupun kebutuhan-kebutuhan yang ada di kelurahan-kelurahan untuk bisa memaksimalkan pekerjaan-pekerjaan mereka terutama dalam hal pendataan tersebut. untuk bisa memenuhi target-target pendataan yang ada di kelurahan maupun di RT-RT masing-masing.
Apa yang disampaikan oleh salah satu warga Bapak dari Pondok Indah Permai jln lampu merah itu Betul,”kata ibu wawali.
Saya juga kemarin baru sempat jalan-jalan ke situ,” kata ibu Wawali. Saya coba masuk di seputaran situ dan saya lihat betul-betul kumuh, betul-betul tidak tertata dengan baik, berbagai macam aktivitas usaha ada disana, mulai dari perbengkelan, mulai dari kos-kosan, mulai dari yang taruh gerobak-gerobak dan Itu semua ada disana dan itu sangat-sangat mengganggu kenyamanan warga yang ada di seputaran situ.
Saya selaku Wakil Wali kota berharap setelah ini, Kadis-kadis terkait ini, Mari bergandengan tangan, turunlah katong lihat yang memang perlu katong liat,” ujar Ibu wawali.
Bersama-sama dengan Bapak Raja Hatiwe Supaya bisa menertibkan Apa yang bisa ditertibkan, Karena katung pemerintah juga
Seng mungkin turun sendiri.
Kemudian kita menghimbau kepada Masyarakat yang ada di sana, Bapak Ibu Lurah, Tolong turun lalu Dengan para RT itu Supaya bisa mendata ini, Warga masyarakat yang Belum mendapatkan Bantuan BPJS dari pemerintah, sebab Selalu dan selalu Setiap wajar, Pasti ada yang datang Mempertanyakan ini, Berarti katung bisa bilang bahwa Lurah dan Bapak Raja dan RT, Kalau Bapak Lura dan RT ini, Turun mendata Berarti tdk ada lagi warga masyarakat yang datang Bertanya-tanya Seperti ini
Tolong instruksi ini, Lebih tegas lagi Kepada para Lurah dan para RT Untuk turun Mendata ini Supaya lebih jelas lagi, Semua hal kalau pemerintah kota Ambon hari ini punya uang banyak semua langsung bisa teratasi.
Tetapi karena dalam keterbatasan yang ada,
saya minta juga perhatian dan pengertian dari pada Bapak Ibu sekalian.
Terkait dengan masalah longsor di tebing-tebing ini, saya juga minta kepala dinas PU untuk melihat ini.
Supaya nanti kalau ada yang mau bangun rumah tanpa IMB itu, coba ini jadi perhatian.
Lalu yang berikut lagi, Bapak Ibu dong, yang mau bangun rumah di tepi-tepi tebing, tepi-tepi jurang, ini tolong juga dong perhatikan akan punya dampaknya. Jangan karena asal mau bangun saja, nanti setelah ada bencana, ada musibah, Itu yang mau saya sampaikan Bapak Ibu sekalian, untuk merangkum semua apa yang menjadi pertanyaan Bapak Ibu sekalian.
Semoga Ambon tetap Bagus Mari kita bekerja sama. Ambon par katong samua,”tutupnya. (CM)






