NAMROLE, Malukuexpress.com.- Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily mengatakan, Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa tahun 2005 di Kabupaten Buru dan Buru Selatan dengan tema” Pengelolaan Keuangan Desa Yang Akuntabel Dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, harus dijadikan sebagai motivasi spirit dan sekaligus d sebagai bahan evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa.
Demikian hal ini disampaikan Selsily dalam sambutanya saat menghadiri kegiatan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan desa tahun 2005 yang di laksanakan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) Perwakilan Maluku yang dipusatkan di aula kantor Bupati Buru Kamis (7/8) kemarin. Kegiatan tersebut diikuti 200 lebih peserta yang terdiri dari kepala desa dan camat yang ada di kabupaten Buru dan Buru Selatan.
“Pada har ini kami sangat senang dan berbahagia dapat hadir di Kabupaten buru yang merupakan saudara kakak kami karena Kabupaten Buru adalah kabupaten induk dari kabupaten Buru Selatan, sebelum kami dimekarkan menjadi daerah otonom pada 21 Juli 2028 silam,” tambahnya.
Dikatakannya, 21 Juli 2025 kemarin menjadikan usia Kabupaten Buru Selatan menjadi 17 tahun.
“Kami semua hadir di sini selain untuk mengadiri undangan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan persaudaraan sekaligus membina persahabatan untuk bertekad dan berkomitmen agar kami bersama-sama membangun pulau yang kami diami. Pulau tempat kami hidup Fuka Bupolo. Pulau yang kami cintai yaitu Pulau Buru menuju terwujudnya masyarakat yang sejahtera aman dan sentosa yang pembangunannya dimulai dari desa,” ungkapnya.
Setelah kegiatan ini dilaksanakan di Namlea Kabupaten Buru lanjut Selsily, maka dengan tangan terbuka kami persilakan dan berharap ke depan dapat juga dilaksanakan di Namrole Kabupaten Buru Selatan.” Karena melalui kegiatan seperti ini dijadikan sebagai motivasi spirit dan sekaligus dijadikan sebagai evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa.
“Selama ini kami berkeinginan bertekad dan berkomitmen melalui paradigma perubahan menjadikan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa lebih efektif, efisien dan akuntabel serta sudah tentu terlepas dari praktek-praktek korupsi kolusi dan nepotisme baik itu di tingkat kepala desa, manajemen pemerintahan desa, serta administrasi pelaksanaan dan administrasi keuangan Desa,” sebutnya.
Semuanya itu kata Selsily tentu mengacu kepada visi Kabupaten Buru Selatan tahun 2025 2030 yaitu menuju arah baru Buru Selatan yang maju, manis dan berkelanjutan yang ditindaklanjuti melalui misi yaitu, memperkuat modal sosial dan sumber daya manusia yang unggul yang bermartabat serta berkarakter mempercepat pembangunan.
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang mandiri partisipatif serta bersih dari korosi kolusi dan nepotisme KKN.
“Mewujudkan percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur wilayah dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana, serta memperkuat keharmonisan dan toleransi kehidupan bermasyarakat melalui penerapan nilai keagamaan dan adat budaya,” tandasnya.
Sementara itu Bupati Buru Ikrram Umasugi mengatakan, tema kegiatan Workshop yakni
Pengelolaan Keuangan Desa Yang Akuntabel Dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan, sangatlah strategis.
” Tema ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengelolaan keuangan desa adalah fondasi utama dalam pembangunan desa,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap rupiah yang masuk ke desa adalah tanggungjawab negara yang menuntut akuntabilitas tinggifan harus digunakan secara tepat, terukur dan bermanfaat nyata bagi masyarakat desa.
” Saya mau menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kapasitas dan integritas pemerintah desa dalam mengelola keuangannya ,” tegasnya. (M)






