MALUKUEXPRESS.COM, Malam Badonci Karisma Seniman Musik Maluku (KSMM) Tahun 2026 bukan sekadar malam hiburan. Di balik dentuman musik dan suasana penuh sukacita, terselip suara keras para seniman Maluku yang ingin memastikan profesi, karya, hak, dan masa depan mereka tidak lagi dipandang sebelah mata.
Digelar di Kota Ambon, Jumat (4/9/2026), kegiatan tersebut menjadi titik temu para artis, musisi, keluarga besar KSMM, sponsor, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan industri musik Maluku.
Pesan yang mengemuka sangat jelas;
SENIMAN MALUKU HARUS BERSATU!
Ketua KSMM, Bram Nanlohy, menegaskan bahwa Malam Badonci tidak boleh dilihat hanya sebagai kegiatan penggalangan dana. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan simbol kepedulian, solidaritas dan perjuangan bersama untuk membangun kehidupan seniman musik yang lebih layak dan profesional.
“Seniman harus diberikan ruang, kesempatan, dan penghargaan agar dapat berkarya serta dihargai secara profesional,” tegas Bram.
Menurutnya, seniman tidak boleh hanya dicari ketika sebuah acara membutuhkan hiburan. Para pelaku seni merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif dan kebudayaan Maluku yang harus mendapatkan ruang untuk berkembang.
KSMM, kata Bram, akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk melahirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan para seniman.
Mulai dari ruang pertunjukan, pemberdayaan, perlindungan, peningkatan kapasitas hingga penghargaan terhadap karya dan profesi seniman.
“Beta percaya, ketika katong berjalan bersama, tujuan yang katong inginkan pasti akan tercapai,” ungkapnya.
ARTIS SE-KOTA AMBON SATU PANGGUNG, SATU SUARA
Yang membuat Malam Badonci KSMM 2026 semakin istimewa adalah hadirnya artis dan musisi dari berbagai penjuru Kota Ambon.
Mereka tidak datang semata-mata untuk tampil dan menghibur. Kehadiran mereka menjadi pernyataan bahwa persoalan seniman adalah persoalan bersama.
Ketika seorang seniman menghadapi persoalan, solidaritas sesama pelaku seni harus menjadi kekuatan. Bagi KSMM, industri musik Maluku tidak akan berkembang apabila para seniman berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan persatuan, jaringan, kolaborasi dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
Dukungan para artis, musisi, sponsor, tamu undangan dan keluarga besar KSMM menunjukkan bahwa gerakan membangun ekosistem musik Maluku memiliki energi besar untuk berkembang menjadi gerakan bersama.
KAPOLSEK SIRIMAU: JANGAN BIARKAN ULAH SEGELINTIR ORANG CEDERAI NAMA BAIK SENIMAN
Pesan penting juga datang dari Kapolsek Sirimau, IPTU Bastian Tuhuteru.
Di tengah antusiasme peserta, ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, kegiatan seperti Malam Badonci harus menjadi ruang silaturahmi, persaudaraan dan kebersamaan, bukan justru melahirkan persoalan.
Ia mengingatkan agar tindakan segelintir orang jangan sampai mencoreng nama baik komunitas seniman dan membuat masyarakat maupun pemerintah kehilangan kepercayaan terhadap penyelenggaraan kegiatan seni dan hiburan.
“Katong sama-sama jaga keamanan di Kota Ambon tercinta ini, supaya semuanya berjalan dengan baik,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberlangsungan event-event seni dan musik di Kota Ambon sangat bergantung pada kepercayaan publik, penyelenggara, pemerintah dan aparat keamanan.
DUKUNGAN MENGALIR, GERAKAN KSMM MAKIN KUAT, Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika sejumlah tokoh dan tamu undangan ikut menunjukkan dukungan terhadap perjuangan KSMM.
Kehadiran Kapolres bersama istri tercinta turut menambah semarak acara. Dukungan juga datang dari Ibu Dewan Rimaniar, serta Ibu Sherly dan Bpk Jhon dari Kota Sorong, yang memberikan sumbangan untuk KSMM.
Tidak hanya dari para tokoh dan undangan, dukungan juga datang dari teman-teman fans dan berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Bantuan dan dukungan itu mungkin terlihat sederhana, namun bagi keluarga besar KSMM, hal tersebut menjadi energi moral bahwa perjuangan seniman tidak berjalan sendirian.
BUKAN SEKADAR PANGGUNG, INI PERJUANGAN MARTABAT SENIMAN
Malam Badonci KSMM 2026 akhirnya meninggalkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar kemeriahan sebuah acara.
Panggung musik hanyalah titik awal.
Perjuangan sesungguhnya adalah bagaimana seniman Maluku mendapatkan ruang berkarya, penghargaan profesional, perlindungan hak, kesempatan yang adil, serta kehidupan yang berkelanjutan dari profesinya.
KSMM ingin memastikan bahwa seniman bukan sekadar pelengkap dalam sebuah event.
Seniman adalah pekerja kreatif. Seniman adalah penggerak kebudayaan. Seniman juga memiliki kontribusi terhadap ekonomi kreatif dan citra Kota Ambon sebagai kota musik.
Karena itu, solidaritas menjadi harga mati. Seniman Maluku harus bersatu.
Bersatu bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, tetapi untuk memastikan tidak ada lagi seniman yang merasa berjalan sendirian.
Dari Malam Badonci, suara itu kembali digaungkan, “SALAM MUSIK! BERKARYA TANPA BATAS!” (CM)






