Padang : Pelindo Sudah Siapkan Konsep Baru Bangun Kota Ambon

  • Whatsapp

Ambon, MX. Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero), DR. Ir. Farid Padang, MM didampingi Ketua Bappeda Maluku Djalal Salampessy dan General Manager PT. Pelindo Wilayah IV Ady Sutrisno, menyatakan pihaknya akan menyampaikan konsep perencanaaan untuk disampaikan kepada Gubernur Maluku melalui Ketua Bappeda, Bagaimana Membangun Kota Ambon dari Pelabuhan.

Hal ini disampaikannya saat acara pisah sambut, Kepala PT. Pelindo IV yang lama, Adi Novi Wahyudi kepada penggantinya Ady Sutrisna, yang digelar, di-Santika Hotel (3/8). Dikatakan, Pergantian General Manager PT. Pelindo Wilayah IV, sesuatu hal yang biasa dan lumrah, untuk itu, jika Adi Novi Wahyudi sudah berbuat banyak di PT. Pelindo wilayah IV ini, akan diteruskan oleh General Manager PT. Pelabuhan Pelindo yang baru Ady Sutrisno, sekaligus apa yang menjadi cita-cita pemprov yang nantinya terjadi koordinasi, sinkronisasi dengan manajemen PT. Pelindo Wilayah IV.

Terkait dengan konsep yang ditawarkan baik ke pihak Pemkot juga Pemprov Maluku guna membangun kota Ambon, Padang menjelaskan, jika konsep yang kami tawarkan disampaikan ke Gubernur melalui Ketua Bappeda, jika disetujui dengan dilakukan revisi, maka konsep ini berjalan dalam tahun 2019 ini, karena perlu percepatan, dan konsep proyek ini sendiri sudah dibuat, ditempat lain, dimana waktu itu konsep proyek ditentukan 3 tahun ternyata kami lakukan dalam 1 tahun,”ucapnya.

Dikemukakan, jika dalam 5 tahun periodesasi seorang Gubernur, ada beberapa konsep perencanaan, seperti menurunkan angka kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan yang lebih penting bisa menjaga stabilitas harga. Kemudian bagaimana sebagian orang mengatakan, dulu Maluku cukup terkenal dan kaya, karena sumber daya alamnya, berlimpah-limpah.

Namun sekarang di Era Milenial ini, Maluku masuk dalam kategori termiskin, secara Nasional, karenanya segala sesuatu yang salah harus dirubah. Disisi lain untuk standar Master Plan, membutuhkan dana sebesar 5 -10 milyard, ini adalah konsultansi perencanaan, sedangkan jika masuk dalam infrastruktur, membutuhkan dana sebesar 600 milyard rupiah.

Namun sekali lagi jika konsep ini disetujui Bapak Gubernur, peradaban kota Ambon, akan dirombak, dan konsep ini kami sudah berbicara dengan Walikota Ambon, dan nantinya ada beberapa lahan yang dibongkar, sehingga kami menunggu tanggapan Gubernur Maluku, jika setuju kami laksanakan,”ungkapnya menutup. (LI)

Pos terkait