MALUKUEXPRESS.COM, Suasana di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) makin memanas. Pernyataan keras datang dari Natanel Elake, tokoh penting di balik lahirnya daerah otonom ini. Ia secara terbuka mengecam dugaan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan istri Bupati SBB, Yeni Rosbayani Asri.
Dalam pernyataannya Minggu 26 April 2026 yang tajam dan emosional, Natanel tidak sekadar mengkritik, ia “meledak”. Ia menilai tindakan tersebut bukan hanya pelanggaran aturan, tapi sudah masuk ranah penghinaan terhadap martabat masyarakat SBB. “Kami ini bukan orang bodoh yang bisa dipermainkan!” tegasnya.
Tuduhan Serius: Campur Tangan di Pemerintahan. Natanel menyoroti dugaan bahwa istri bupati bertindak layaknya pejabat resmi—memberi perintah kepada aparat hingga memengaruhi jalannya birokrasi. Padahal, menurutnya, posisi tersebut tidak memiliki kewenangan dalam struktur pemerintahan.
Ia menilai hal ini berbahaya karena:
Merusak sistem birokrasi yang sudah dibangun susah payah Menimbulkan kesan kekuasaan dikuasai keluarga Menginjak harga diri masyarakat SBB
Pesan Keras ke Dalam Lingkar Kekuasaan, Tak hanya ke pihak istri bupati, Natanel juga menyentil Sekda SBB, Leverne Tuasuun, agar tidak diam.
“Lebih baik jujur walau berisiko, daripada diam lalu jatuh karena menutupi kesalahan,” sindirnya tajam.
Sementara kepada Bupati Asri, ia mengingatkan agar membatasi peran keluarga dan menjaga marwah kepemimpinan.
“Ini Daerah yang Kami Perjuangkan!”
Nada emosional Natanel semakin terasa ketika ia mengingatkan bahwa SBB bukan lahir begitu saja.
“Daerah ini lahir dari darah, keringat, dan air mata. Jangan dirusak oleh kesewenang-wenangan!”
Ia menegaskan, masyarakat tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang mencoba “bermain” dengan kekuasaan.
Jadi Sorotan Publik, Pernyataan ini langsung menyita perhatian publik. Bukan hanya karena isinya yang tajam, tetapi juga karena datang dari sosok yang punya sejarah besar dalam berdirinya SBB.
Pesannya jelas : Kekuasaan itu sementara, tapi dampaknya bisa selamanya. (CM)






