MALUKUEXPRESS.COM, Pelatihan Pengelolaan hasil Perikanan berbasis Fish Jelly Resmi dilakukan. Kegiatan yang berlangsung di Kamis 25 Januari 2024 yang bertempat di ballroom 1 hotel santika lantai 5 ini diselenggarakan oleh Badan riset dan inovasi nasional (BRIN) bekerja sama dengan Komisi VII DPR-RI (Mercy Barends, ST)
Turut hadiri oleh Kadis Perikanan Kota Ambon, Febby Mail, Perwakilan kadis Koperasi kota Ambon, Perwakilan kadis Perindak kota Ambon, Pdt Jhon Lerebulan dan Peserta pelatihan dari masyarakat dan pelaku UMKM dari masing-masing kecamatan di Kota Ambon.
Dalam sambutan pejabat walikota Ambon. Drs. Bodewin M. Wattimena, M. Si , yang dibacakan oleh Asisten bidang Administrasi Umum Robert Sapulette, ST, MT mengatakan Atas nama pemerintah Kota Ambon dengan ini memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan yang memiliki nilai yang penting dan strategis khususnya bagi kaum anak muda dan okp untuk meningkatkan kualitas hidup di era digital saat ini.
Dalam pemanfaatan sumberdaya alam lokal sebagai sumber kehidupan masyarakat di kota Ambon hal ini sangat penting namun kita masih memiliki keterbatasan dalam hal penjualan bahan bahan mentah tanpa sentuhan teknologi, kecuali penanganan teknologi secara sederhana, hal ini terjadi karena minimnya pengetahuan dan penguasaan masyarakat terhadap teknologi pasca panen menyebabkan belum termanfaatkannya komunitas Perikanan kualitas secara optimal.
Dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh BRIN bertemakan pengolahan hasil Perikanan berbasis fish jelly ini diharapkan teknologi tersebut dapat berperan sebagai pemicu terbentuknya industri kecil pengelolaan pasca panen berbasis potensi unggulan daerah, sehingga komoditi yang telah dikenali masyarakat sedikit banyak memberikan peluang bagi pengembangan usaha komoditif berbasis komunitas lokal melalui introduksi teknologi proses.
Dalam hal sasaran kegiatan komoditi
Yang di kembangkan, disesuaikan dengan keunggulan wilayah yaitu Perikanan laut yang merupakan potensi unggulan yang tersebar di beberapa wilayah di propinsi maluku khususnya di Kota Ambon.
Harapan dari pemerintah kota Ambon ,
kiranya dari kegiatan ini dapat meningkatkan sumberdaya manusia yang ada di kota Ambon sehingga dapat menuntun kelompok kerja usaha mandiri yang produktif dan terlatih dalam pengelolaan berbasis komunitas unggulan Perikanan laut yang tentunya dapat diberikan dan melahirkan produk olahan unggulan sehingga dapat memberikan nilai tambah dari tiap UMKM, bukan hanya itu tetapi kiranya pelaku usaha dapat mengembangkan setiap ide demi berkembangnya produk olahan berbasis komunitas unggulan dalam hal ini Perikanan laut yang miliki daya saing tinggi melalui pengembangan Produk yang disukai pasar, “tutup sapulette. (*






