PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UBI TALAS DAN LITERASI KEUANGAN MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN GENERASI MILENIAL

MALUKUEXPRESS.COM, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh Tim PKM-UKIM yaitu Joselina Tuhuteru (Ketua) dan Robby Lakatua (Anggota). Mitra kegiatan adalah AMGPM Ranting Gihon Jemaat GPM Hatumete. Kegiatan berlangsung pada 22 & 23 Mei 2024 dengan materi kegiatan, meliputi: Sosialisasi menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha. Materi kegiatan ini sesuai kebutuhan mitra yang juga mendapat dukungan dari Ketua Majelis Jemaat GPM Hatumete & Ayalu (Bapa Raja) Negeri Hatumete. Pelaksanaan kegiatan ini mengikutserakan masyarakat dan Jemaat GPM Hatumete.

Kegiatan sosialisasi berupa sharing knowledge antara tim dan mitra tentang konsep wirausaha, kewirausahaan dan jiwa kewirausahaan. Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kreativitas dan mampu memanfaatkan serta mengubah peluang yang ada menjadi suatu ide usaha yang baru. Konsep kewirausahaan adalah semangat, perilaku dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam merespons peluang yang ada guna menciptakan suatu usaha/bisnis dan kemudian mengembangkannya demi tercapainya keuntungan yang maksimal dengan selalu berusaha memberikan produk/layanan yang bermanfaat, memgembangkan kreatifitas dan inovasi, berani mengambil risiko serta memperbaiki kemampuan manajemen. 

Dalam materi kegiatan seanjutnya yaitu pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha, tim memberikan tips-tips pengelolaan keuangan rumah tangga dan pencatatannya setiap bulan. Hal yang paling penting dalam pengelolaan keuangan keluarga dan usaha adalah mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran yang terjadi setiap harinya. Hal ini bertujuan agar pada akhir bulan dapat dilakukan evaluasi untuk mengevaluasi pengeluaran bulanan mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang tidak terlalu perlu untuk dibelanjakan. Jemaat juga diajarkan untuk membagi pos-pos pendapatan sesuai dengan persentase agar dapat mempermudah mengontrol pengeluaran bulanan.

Selain itu, jemaat juga dibekali dengan cara menghindari investasi bodong yang marak terjadi di Indonesia saat ini. Salah satu caranya adalah dengan memberikan nomor kontak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dapat digunakan untuk mengkonfirmasi legalitas Lembaga keuangan non bank ataupun investasi bodong yang ditawarkan. Selain itu, jemaat juga diberikan pemahaman tentang dampak psikologi pinjaman online yang marak terjadi saat ini. Pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 

Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Keluarga

Setelah kegiatan sosialisasi menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha, kegiatan selanjutnya adalah pelatihan pembuatan kain pikol kepada mitra. Tim mempersiapkan alat dan bahan pelatihan kemudian mitra diajarkan bagaimana cara merajut kain pikul mulai dari kain dasar sampai pada merajut berbagai motif pada dasar kain pikul. Kain pikul biasanya digunakan dengan kebaya hitam atau disebut pakaian hitam oleh anggota sidi baru GPM dan juga oleh Majelis Jemaat. Pakaian Hitam juga bisa digunakan oleh jemaat. 

Pelatihan Pembuatan Kain Pikol

Selain pelatihan merajut kain pikol, mitra juga diberikan stimulis dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan mengelola pangan local ubi talas atau oleh masyarakat local disebut keladi. Keladi di olah menjadi keripik keladi balado pedas manis. Hal ini bertujuan agar mitra dapat berpikir kreatif untuk mengelola pangan local menjadi produk yang bernilai jual. Selain itu mitra juga dapat belajar untuk melihat peluang usaha yang ada melalui pengelolaan pangan lokal yang tersedia.

Proses Pembuatan Keripik Keladi

Selain pelatihan merajut kain pikol, mitra juga diberikan stimulis dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan mengelola pangan local ubi talas atau oleh masyarakat local disebut keladi. Keladi di olah menjadi keripik keladi balado pedas manis. Hal ini bertujuan agar mitra dapat berpikir kreatif untuk mengelola pangan local menjadi produk yang bernilai jual. Selain itu mitra juga dapat belajar untuk melihat peluang usaha yang ada melalui pengelolaan pangan lokal yang tersedia.

Tahapan awal pelaksanaan PkM diawali dengan pembagian kuesioner pre-test kepada seluruh peserta untuk diisi dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta tentang kewirausahaan dan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha. Setelah selesai sosialisasi, kuesioner post-test kembali dibagikan kepada peserta dengan tujuan untuk mengukur peningkatan pengetahuan mitra tentang kewirausahaan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha. Hasil Pre dan Post Test menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman mitra tentang pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dari 35% menjadi 88%. Sedangkan pengetahuan mitra tentang pengelolaan keuangan usaha meningkat dari 30% menjadi 85%.

Kegiatan pelatihan pembuatan kue berbahan dasar pisang dievaluasi dengan menggunakan cek list. Hasil cek list menunjukan bahwa terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam merajut kain pikol dan membuat keripik keladi. Selain dari cek list, peningkatan keterampilan mitra juga dapat dilihat dari kain pikol dan keripik keladi yang dihasilkan.

Luaran wajib kegiatan PkM ini, antara lain:  Publikasi Ilmiah pada Jurnal ber ISSN(Jurnal Maren), publikasi pada media elektronik serta video kegiatan.Selain itu peningkatan tingkat keberdayaan mitra, meliputi  meningkatnya keterampilan mitra dalam pengelolaan keuangan pribadi sebesar 85%, meningkatnya Pemahaman Mitra tentang kewirausahaan sebesar 88%, meningkatkan keterampilan mitra dalam merajut kain pikul sebesar 100%, meningkatan keterampilan mitra dalam mengolah pangan local ubi talas/keladi menjadi keripik keladi sebesar 100%. Selain itu terdapat perbaikan tata nilai masyarakat (seni, budaya, politik, keamanan, pendidikan dan kesehatan).

Dalam kesinambungan kerja sama dengan mitra, tim PKM berencana di periode mendatang akan melaksanakan kegiatan pelatihan dan pengelolaan manajemen usaha bagi mitra dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan pengelolaan manajemen usaha secara teknis tim PKM berperan sebagai konsultan dan difokuskan pada perubahan, penyesuaian dan tindakan koreksi dalam hal pengelolaan manajemen usaha yang baik.  (*

 

Pos terkait