Mahasiswa dan Dosen UKIM Gelar Pelatihan “Zero Waste Ikan” di Hatusua: Dari Limbah Ikan Jadi Krupuk dan Pupuk Organik

MALUKUEXPRESS.COM, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Zero Waste Ikan di Negeri Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Kegiatan ini mengangkat konsep pemberdayaan masyarakat pesisir dengan mengolah limbah ikan seperti kulit dan tulang menjadi produk bernilai ekonomis, yaitu krupuk ikan dan pupuk organik.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen yaitu Joselina Tuhuteru dan Olyvia Ririmasse serta mahasiswa dari UKIM bersama mitra lokal dari Angkatan Muda GPM (AMGPM) Ranting Satu Jemaat GPM Hatusua. Bertempat di Gedung Pertemuan Hatusua Beach, kegiatan berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, tim telah melakukan survei dan persiapan pada Sabtu, 27 Juni, termasuk koordinasi dengan Raja Hatusua dan pelibatan ibu-ibu PKK.

Negeri Hatusua dikenal sebagai desa pesisir dengan kekayaan laut yang belum tergarap optimal. “Selama ini ikan hanya dikonsumsi atau dijual segar. Padahal bagian-bagian ikan seperti kulit dan tulang bisa diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” ungkap Joselina Tuhuteru, Ketua Tim PKM.

Pelatihan mencakup beberapa sesi strategis, yaitu digital marketing, strategi kemasan produk, pengelolaan keuangan keluarga dan usaha, serta personal branding. Salah satu sesi menarik adalah penayangan video tutorial pengolahan limbah ikan menjadi krupuk dan pupuk organik, sebagai solusi alternatif karena keterbatasan waktu mitra untuk praktik langsung.

Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif: pengetahuan peserta tentang digital marketing meningkat dari 47% menjadi 87%, pengelolaan keuangan naik dari 40% ke 81%, dan pemahaman tentang personal branding melonjak dari 35% menjadi 85%.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang pelatihan teknis, tapi membangun semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal,” ujar Olyvia Ririmasse, anggota tim pengabdian. Ia menambahkan bahwa konsep Zero Waste Ikan juga mendukung prinsip ekonomi biru (blue economy) yang menekankan keberlanjutan sumber daya laut.

Dukungan aktif dari AMGPM Ranting Satu dan Jemaat GPM Hatusua, termasuk pengurus dan ketua ranting, menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Mereka berkomitmen untuk melanjutkan program pelatihan dan membentuk komunitas usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan ini akan didokumentasikan lebih lanjut dalam publikasi jurnal ilmiah serta media digital seperti Youtube dan media lokal malukuexpress.com. *)

 

(*

 

 

Pos terkait