UKIM Latih Perempuan Desa Hatusua Olah Lidi Kelapa Jadi Piring Anyaman Bernilai Ekonomi

MALUKUEXPRESS.COM, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) menggelar pelatihan pembuatan piring anyaman berbahan dasar lidi kelapa muda bagi Wadah Pelayanan Perempuan Jemaat GPM Hatusua. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 24–25 Mei 2025 dan diikuti dengan antusias oleh para ibu jemaat. Pada hari pertama, tim dan peserta bersama-sama mengumpulkan batang daun kelapa muda dari kebun warga, membersihkan, dan merendamnya agar lentur untuk dianyam keesokan harinya. Pelatihan inti dilakukan di Gedung Serbaguna Hatusua Beach setelah ibadah Minggu, yang dilanjutkan dengan sesi ceramah pengelolaan keuangan usaha.

Bacaan Lainnya

“Inovasi sederhana ini punya dampak besar. Kami ingin perempuan di desa ini melihat bahwa bahan yang biasa dianggap limbah ternyata bisa bernilai jual tinggi jika dikelola dengan kreatif,” ujar Dessy Balik, Ketua Tim PkM UKIM.

Selain praktik pembuatan piring anyaman, peserta juga dibekali pengetahuan tentang manajemen usaha dan literasi keuangan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dari rata-rata 40,5% menjadi 86,7%. Capaian ini mencerminkan keberhasilan pelatihan tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga dari pemahaman dalam mengelola usaha kecil.

Produk piring anyaman dari lidi kelapa muda ini memiliki nilai estetika dan fungsional yang tinggi. Warnanya yang putih gading serta elastisitas yang baik menjadikannya alternatif menarik bagi kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner, seperti katering dan restoran.

“Pelatihan ini membuat kami lebih percaya diri untuk memulai usaha sendiri. Kami tidak hanya belajar menganyam, tapi juga mengelola keuangan dan strategi pemasaran,” ungkap salah satu peserta pelatihan.

Luaran dari kegiatan ini mencakup pembentukan kelompok usaha piring anyaman, peningkatan keterampilan 100% pada peserta, serta penguatan nilai-nilai kemandirian ekonomi di kalangan perempuan. Kegiatan ini juga akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan media digital sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian.

Kegiatan PkM ini membuktikan bahwa potensi lokal seperti lidi kelapa bisa menjadi jalan masuk menuju pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, khususnya bagi perempuan di daerah pesisir Maluku.

(*/

Pos terkait