Sairdekut : Benar Satu Anggota DPRD Maluku dan Satu Staf Sekwan Positif Covid 19.

Ambon, MX. Com. Samson Atapari, Ketua Komisi IV DPRD Maluku kini terpapar positif Covid 19. Ketika perjalanan tugas dewan pekan kemarin dari Kabupaten Buru saat diperiksa reaktif dan ternyata diswab positif. Sedangkan dari pihak pegawai sekretariat Dewan Provinsi Maluku hanya satu yang positif, dan sisanya masih tracking dan menunggu hasil swab.

Hal ini disampaikain Wakil Ketua II DPRD Maluku Melkias Sairdekut saat di konfirmasi wartawan di ruang kerjanya. Selasa (4/8/2020).

Terkait dengan kondisi Samson Atapary. Menurut Sairdekut, Semoga keadaan cepat sembuh dan kembali bisa menjalankan tugas aktifitasnya dengan baik.

Jadi untuk sementara kondisi di kantor dewan nanti, kita tunggu hasil tracking dari teman-teman gugus tugas artinya bahwa kalau gustu sudah melakukan tracking selesai berarti dewan sudah bisa menjalankan tugas-tugas DPRD ini,”ucapnya

Sedangkan untuk perkantoran aktifitasnya harus dijaga apalagi kantor DPRD ini adalah kantor perwakilan rakyat dengan pekerjaan pelayanan publik.

Hanya dengan cara tinggal memperketat seluruh protokol-protokol yang berlaku, baik mulai dari jaga jarak dan cuci tangan maupun kalau ada protokol tambahan perlu ditaati juga, “pungkasnya.

Karena kantor dewan ini adalah kantor rakyat masyarakat untuk melakukan pengaduan atau pelaporan masalah hanya pada kantor dewan.

Hanya saja, bagaimana Dewan memperketat soal protokol kesehatan yang diberlakukan di kantor dewan ini. Karena kantor dewan sebagian kalangan setelah terkonfirmasi dari sistim pembenahan internal dari protokol lebih diperketat sehingga tugas-tugas dewan bisa tetap berjalan,”ujarnya.

Ditambahkan juga, misalnya jika satu kantor terkena covos 19 dan kantor ditutup bagaimana dengan tugas-tugas pelayanan publik,”terang Sairdekut.

Oleh sebab itu, kita tinggal hasil swab tracking dari Gustu selebihnya baru dibicarakan soal tindak lanjut dari hasil tracking itu,” jelasnya.

Jadi belum ditemukan seluruh anggota dewan dan seluruh pegawai di dewan ini terkonfirmasi positif, disinikan hanya orang-orang yang bersentuhan atau komunikasi dekat atau kontak langsung,”jelasnya.

Sehingga bagaimana mungkin satu orang di kantor terkena virus covid 19 lalu seluruh kantor itu dijastifikasi bahwa dia ada yang terkonfirmasi. Kedepan, Tracking wajib hukumnya, karena itu bagian dari protokol kesehatan, kita hanya tinggal tunggu hasil tracking dan arahan seperti apa, supaya tugas-tugas dewan bisa berjalan dengan normal,”tutupnya. (AH)

Pos terkait