Saya Bingung

  • Whatsapp

Malukuexpress.com, Bukan buruang sumbarang buruang
Buruang banamo buruang rajawali
Bukan bingung sumbarang bingung
Binguang aturan batuka 3 kali sehari

Buruang banano buruang gelatik
Tabang malayok pagi hari
Batambah lo bingung lik
Urang bingung walikota ka Bali

Ramo ramo tabang tinggi
Hinggok didahan bungo melati
Hanyo keluhan dalam hati
Saya bingung Pak Wali

Buruang bundo hinggok didahan
Hinggok didahan batang rambutan
Daripado binguang tak bakasudahan
Elok malampehan uneg jo tulisan.

Assalamualaikum
Hari ini, saya memang bingung, bingung sekali. Tak faham saya aturan yang terjadi. Masa aturan proses belajar, bertukar tiga kali sehari. Kayak, makan obat saja. Heran deh, saya rasanya. Bercampur bingung, pikiran saya. Keluar aturan tatap muka pakai baju bebas. Tukar lagi belajar lewat daring. Ganti lagi, tatap muka pakaian bebas. Kok bisa ya, terjadi seperti ini.

Katanya sih, aturan plin plan. Bahkan, acap juga terjadi aturan plin plan ini. Dulu masalah shalat di mesjid, juga plin plan dengan aturan. Entah apa yang terjadi, saya juga tak tahu. Kata orang kampung saya, metode kerjanya Trial and Error. Artinya, metode ini metode coba coba merujuk kepada upaya atau metode untuk mencapai sebuah tujuan melalui bermacam cara.

Kok, dicoba coba. Betul kata sebuah iklan di TV. “Untuk anak kok dicoba coba. Entahlah, bingung saya. Ditanya pada rumput bergoyang, hari hujan rumput basah. Lalu, bertanya kepada siapa lagi. Kebingungan, juga terlihat pada akun FB salah seorang anggota dewan. Walikota sedang kunjungan ke Bali. Pantas saja bingung, tanpa walikota jadi bingung buat keputusan.

Ya, inilah penyebab terjadi kekosongan jabatan wakil walikota dan PLT Sekda. Apa ada hubungannya, ya ada dong. Saat walikota tugas luar, sebagai ban serap wakil walikota bisa tampil didepan. Sekarang, walikota tanpa wakil, tentu bingung bawahan bikin keputusan. Sebab, saat pergi tak ada wakil walikota untuk menjalankan tugas yang ditinggalkan.

Saya juga bingung, sudah delapan bulan walikota tanpa wakil. Untuk kekosongan wakil walikota ini, saya sudah lama bingung. Bahkan, sudah sering menggali informasi dari wakil rakyat yang duduk diwakil rakyat. Alasannya, itu khan gawenya partai pengusung PKS dan PAN. Mereka berdualah yang berhak untuk mengusulkan nama pengganti walikota

Lalu, kenapa sekarang masih terkatung katung. Bikin rakyat makin bingung. Mengurus anak saja seorang diri susahnya luar biasa. Apalagi, mengurus rakyat sendirian. Berdua itu lebih baik, daripada sendiri menahan sepi. Berdua itu, beban lebih ringan, ada teman seiya sekata dalam membahas berbagai persoalan. Tapi, tak perlu melanjutkan kebingungan. Karena drama politik, memang sering bikin rakyat bingung. (*Novri Investigasi)

Pos terkait